- Tim Arasko Sumbar memutuskan mundur dari ajang Piala Soeratin U-17 Zona Sumatra Barat 2026 demi membangkitkan kembali eksistensi PSP Padang.
- Tokoh sepak bola Sumbar, Fardi "Andi" Nizat, melunasi denda sanksi PSSI menggunakan dana pribadi serta menghibahkan seluruh skuad muda Arasko untuk bertanding atas nama PSP Padang U-17.
- PSP Padang U-17 dipastikan resmi berlaga setelah merampungkan proses administrasi, di mana total peserta kompetisi kini tersisa delapan tim.
PADANG — Sebuah drama berjiwa besar mewarnai peta persaingan Piala Soeratin 2026 U-17 Zona Sumatra Barat. Tim Arasko Sumbar secara mengejutkan memilih mundur dari kejuaraan usia muda ini. Lain dari biasanya, pengunduran diri ini bukan karena krisis internal, melainkan demi satu misi mulia, menghidupkan kembali Sang Pandeka Minang Muda.
Kembalinya PSP Padang ke panggung sepak bola tak lepas dari peran penting tokoh sepak bola Sumbar, Fardi “Andi” Nizar. Demi membebaskan tim kebanggaan Kota Padang dari sanksi banned PSSI, Andi rela merogoh kocek pribadinya untuk melunasi denda ke federasi.
Tak berhenti di situ, Andi Nizar mengambil langkah berani dengan mengalihkan seluruh skuad muda binaan Arasko untuk bertanding mengusung nama PSP Padang U-17.
“Saya dihubungi pengurus PSP untuk memakai pemain. Karena prinsip saya PSP ini adalah milik Kota Padang, maka saya sarankan kepengurusan untuk turun atas nama PSP U-17 di Piala Soeratin 2026 ini,” ujar Andi Nizar di Padang, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, reputasi dan sejarah besar PSP Padang di masa lalu menjadi alasan utama di balik ikhlasnya manajemen Arasko menyerahkan para pemain muda mereka. “Ini murni sejarah PSP,” tegasnya.

Keputusan legawa Arasko secara otomatis mengubah jumlah kontestan Piala Soeratin U-17 Sumbar 2026. Dari semula 10 tim yang mendaftar, kini hanya tersisa 8 tim yang dipastikan berlaga.
Ketua Pelaksana Piala Soeratin 2026, Renol Palek Fadli, mengonfirmasi bahwa PSP Padang U-17 telah merampungkan seluruh berkas administrasi tepat waktu.
“Dari 10 tim yang mendaftar U-17, hanya delapan tim yang dipastikan ikut. Satu tim tidak melengkapi administrasi dan satu tim lagi (Arasko) mengundurkan diri,” terang Palek.
Seperti diketahui, PSP Padang mendapat hukuman dari PSSI, terkait lejadian dalam babak 32 besar Liga 4. Atas kejadian itu, PSP mendapat hukuman denda.(sal)



Tinggalkan Balasan