Rangkuman Utama
  • Kualitas udara di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, memburuk hingga masuk kategori Tidak Sehat dengan rata-rata konsentrasi PM2.5 mencapai 61 µg/m³.
  • Lonjakan polusi tertinggi tercatat terjadi pada pukul 15.00 WIB, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 84 µg/m³ dan PM10 menyentuh angka 99 µg/m³.
  • BPBD Kota Padang mengimbau warga, khususnya kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker berfiltrasi mikro guna mengantisipasi dampak buruk polusi.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID— Kualitas udara di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, memburuk pada Sabtu (5/9/2026). Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 menembus angka rata-rata 61 µg/m³, yang masuk dalam kategori Tidak Sehat. Meanwhile, konsentrasi PM10 berada di kategori Sedang dengan rata-rata 72 µg/m³.

Puncak lonjakan polutan terjadi pada sore hari. Konsentrasi PM2.5 tertinggi menyentuh angka 84 µg/m³ pada pukul 15.00 WIB, diikuti PM10 yang memuncak di angka 99 µg/m³ pada waktu bersamaan. Kondisi ini menunjukkan peningkatan signifikan paparan partikel debu halus pada siang hingga sore hari, melampaui batas aman kategori sedang.

Menanggapi lonjakan polusi udara tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan, agar membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai untuk meminimalkan paparan partikel debu halus,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.

Pakai masker yang mampu memfiltrasi partikel mikro (seperti N95 atau masker medis) saat berada di luar ruangan. Prioritaskan anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma untuk tetap berada di dalam ruangan.

Tingkatkan konsumsi air putih untuk membantu proses dehidrasi dan pengeluaran mukus, serta jaga kebersihan lingkungan sekitar.

Segera datangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala iritasi mata, batuk, atau sesak napas.

Hendri menambahkan bahwa pihak BPBD Kota Padang bersama instansi terkait akan terus memantau pergerakan kualitas udara secara real-time dan mendistribusikan informasi berkala sebagai langkah mitigasi pemda.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau kanal informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Langkah pencegahan sejak dini sangat krusial untuk melindungi kesehatan bersama,” tutupnya. (**)