Rangkuman Utama
  • Imam Bonjol memastikan tiket semifinal Piala Soeratin U-15 Zona Sumatera Barat usai menundukkan Minang Sejagat secara dramatis dengan skor 3-2 di Stadion Utama Sumbar.
  • Sempat tertinggal dua gol kilat pada sepuluh menit pertama, Imam Bonjol berhasil membalikkan kedudukan melalui gol Rehan Abigail, Fabio Sheridan, dan M Ibnu.
  • Pelatih Imam Bonjol mengapresiasi mentalitas juang skuadnya yang mampu bangkit, sementara pelatih Minang Sejagat mengevaluasi penurunan konsentrasi tim yang berujung pada kekalahan.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID – Drama lima gol nan mendebarkan tersaji di Stadion Utama Sumbar pada Minggu (6/9/2026). Sempat tertinggal dua gol secara mengejutkan pada sepuluh menit pertama, Imam Bonjol berhasil memperagakan aksi comeback spektakuler untuk menundukkan Minang Sejagat dengan skor tipis 3-2.

Kemenangan dramatis ini mengantarkan Imam Bonjol mengamankan tiket keempat sekaligus mengunci satu tempat di babak semifinal Piala Soeratin U-15 Zona Sumatera Barat.

Laga perempat final ini berlangsung dalam tensi tinggi sejak kick-off. Pertandingan baru berjalan dua menit ketika barisan pertahanan Imam Bonjol terperanjat oleh skema  cepat Minang Sejagat. Lewat kombinasi efisien tiga kali sentuhan yang diakhiri dengan umpan terobosan tajam, Haikal Defri Naldi sukses membobol gawang lawan dan membawa Minang Sejagat unggul kilat 1-0.

Gol cepat tersebut menyuntikkan rasa percaya diri yang tinggi bagi para pemain Minang Sejagat. Tekanan intensif yang mereka lancarkan kembali membuahkan hasil manis pada menit ke-10. Memanfaatkan umpan matang dari Haikal Defri, Ahmad Fabergas memperlebar keunggulan Minang Sejagat menjadi 2-0.

Tersentak oleh dua gol kilat tersebut, mental bertanding anak-anak Imam Bonjol diuji. Bukannya meredup, skuad Imam Bonjol perlahan bangkit dan mencoba mengambil alih kendali permainan. Kerja keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-27.

Memanfaatkan kelengahan di lini belakang Minang Sejagat yang mulai mengendur, Rehan Abigail bertindak jeli memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Skor ini bertahan hingga babak pertama usai, meski kedua tim sempat saling bertukar peluang berbahaya.

Memasuki babak kedua, dinamika pertandingan semakin memanas. Momentum gol di pertengahan babak pertama membakar semangat para pemain Imam Bonjol untuk tampil menyerang.

Memasuki menit ke-50, giliran Fabio Sheridan yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kemelut hebat di depan gawang Minang Sejagat, gempuran tersebut mengubah kedudukan menjadi imbang 2-2.

Dalam posisi sama kuat, jual-beli serangan tak terelakkan. Imam Bonjol yang telah menemukan kembali ritme permainannya tampil semakin percaya diri. Puncaknya terjadi pada menit ke-72, ketika aksi M Ibnu sukses membalikkan keadaan menjadi 3-2 lewat penyelesaian akhir yang dingin.

Tertinggal 2-3 membuat Minang Sejagat mengerahkan seluruh amunisi untuk mengurung area pertahanan lawan di sisa waktu pertandingan. Namun, kedisiplinan dan kokohnya barisan belakang Imam Bonjol dalam mengawal daerahnya membuat setiap gempuran Minang Sejagat membentur tembok tebal hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan dramatis ini disambut haru oleh sang pelatih Imam Bonjol, Triandio Rahman Dika. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya juang anak asuhnya yang tak gentar meski terus tertekan di awal laga.

Menurutnya, keberhasilan membalikkan kedudukan dari posisi tertinggal dua gol merupakan bukti nyata dari militansi dan mentalitas juara yang dimiliki timnya di atas lapangan.

Di sisi lain, kekalahan pahit ini meninggalkan evaluasi mendalam bagi kubu lawan. Pelatih Minang Sejagat, Khasril Kamil, tak menampik bahwa kelengahan usai unggul cepat menjadi petaka bagi timnya.

Ia menilai para pemainnya kehilangan konsentrasi dan fokus permainan setelah memimpin dua gol, yang kemudian dimanfaatkan dengan sangat baik oleh lawan. Khasril menegaskan bahwa kegagalan mempertahankan keunggulan ini akan menjadi pelajaran berharga dalam membina mentalitas bertanding para pemain muda Minang Sejagat ke depannya. (sal)