PADANG, NUSATIME.ID— Stadion Utama Sumatera Barat menjadi saksi bisu keperkasaan Kinantan FC Padang dalam mengunci gelar juara Piala Soeratin U-15 Zona Sumbar, Kamis (10/9/2026).

Lewat drama enam gol dan hujan kartu, Kinantan FC berhasil melibas perlawanan sengit Excellent Batusangkar dengan skor telak 5-1 di partai puncak.

Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah Kinantan FC melaju sebagai wakil resmi Sumatera Barat di putaran Piala Soeratin U-15 tingkat nasional yang akan bergulir pertengahan bulan ini.

Laga pamungkas ini menyajikan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Publik stadion sempat terhenyak tatkala Excellent Batusangkar mencetak gol kilat pada menit ke-1. Memanfaat kelengahan awal, Raditia Osaze melakukan aksi individu spektakuler dari garis tengah pertahanan Kinantan sebelum melesakkan bola ke dalam gawang.

Gol cepat tersebut langsung menyengat kesadaran anak-anak Padang. Tidak panik, Kinantan FC mulai mengambil alih kendali permainan. Gelombang serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-18. M. Samil sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai memanfaatkan celah kelengahan di barisan belakang Excellent. Gol balasan ini menjadi titik balik momentum pertandingan.

Bagaikan mesin yang baru panas, motivasi Kinantan makin membara. Pada menit ke-26, penyerang tajam Kinantan, Akbar Piliang, membalikkan kedudukan menjadi 2-1 lewat sepakan terukur yang dingin dari dalam kotak penalti.

Tertinggal dalam waktu singkat membuat koordinasi dan mentalitas pemain Excellent Batusangkar goyah. Situasi tersebut dimaksimalkan dengan sempurna oleh Kinantan. Hanya dua menit berselang, giliran M. Syamil Atayu yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-28 untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-1 yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, bentrokan fisik tak terhindarkan seiring meningkatnya intensitas laga demi mengejar ketertinggalan. Kepemimpinan wasit diuji dengan banjir pelanggaran keras, hingga total mengeluarkannya 4 kartu kuning dan 3 kartu merah sepanjang pertandingan. Petaka bagi Excellent dimulai ketika salah satu pemain belakang mereka menerima kartu kuning kedua dan harus diusir keluar lapangan.

Kalah jumlah pemain membuat Excellent gagal mengembangkan permainan dan sepenuhnya terkurung. Pada menit ke-63, M. Syamil Atayu kembali menunjukkan aksi individunya dengan melewati beberapa bek lawan sebelum menceploskan gol keduanya sekaligus mengubah skor menjadi 4-1.

Frustrasi dan kehilangan fokus, Excellent kembali harus menelan pil pahit setelah satu pemainnya lagi diganjar kartu merah langsung di pertengahan babak kedua.

Bermain hanya dengan 9 orang membuat pertahanan Excellent rapuh. Kinantan FC akhirnya mengunci pesta kemenangan pada masa injury time (90+1′) menjadi 5-1.

Usai laga, pelatih Kinantan FC, Amal Dani, menyuarakan rasa bangganya terhadap mentalitas bertanding para anak asuhnya. Ia memuji ketenangan tim yang tidak runtuh meski dikejutkan gol cepat lawan di awal laga. Kendati demikian, Amal menegaskan evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan demi mematangkan taktik sebelum bertarung di panggung nasional.

Di kubu lawan, pelatih Excellent Batusangkar, Tri Rahmat, secara ksatria mengakui keunggulan lawan dan menyoroti penurunan fokus anak asuhnya. Ia menilai kekalahan ini sebagai bahan kepretian dan pelajaran berharga untuk membenahi mental bertanding timnya di masa mendatang.(sal)