- Sebanyak 60 relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Padang Timur mengikuti Pelatihan Dasar Manajemen Bencana 2026 di Convention Hall Bukit Lampu guna memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko di tingkat akar rumput.
- Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa peningkatan kapasitas KSB sangat krusial dalam merespons potensi multibencana di Kota Padang, sejalan dengan komitmen program unggulan Padang Sigap.
- Didukung alokasi dana Pokir Komisi III DPRD Kota Padang, para peserta pelatihan disiapkan oleh BPBD untuk menjadi kader tangguh sekaligus instruktur penanggulangan bencana di tingkat kelurahan.
PADANG, NUSATIME.ID — Angin laut yang berembus pelan di sekitar Convention Hall Bukit Lampu pada Senin (21/9/2026) pagi mengiringi berkumpulnya puluhan warga berkaos seragam. Mereka bukan sedang menghadiri rapat biasa, melainkan menyatukan tekad untuk satu misi penting, menjaga keselamatan Kota Padang dari ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.
Sebanyak 60 anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Padang Timur secara resmi memulai Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Tahun 2026. Selama lima hari ke depan, hingga Jumat (25/9/2026), para relawan ini digembleng untuk memperdalam kesiapsiagaan, koordinasi, hingga mitigasi risiko di tingkat paling akar rumput.
Sebagai daerah yang terbentang dari pesisir hingga perbukitan, Kota Padang menyimpan potensi risiko bencana yang amat beragam. Realita inilah yang digarisbawahi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat membuka secara resmi kegiatan tersebut.
“Kota Padang ini memiliki berbagai jenis bencana seperti gempa bumi, hujan ekstrem, banjir, banjir bandang, longsor, dan angin puting beliung. Ketika nanti terjadi suatu bencana, harus terpetakan dengan baik siapa, di mana, dan bagaimana penanganan pertama harus diberikan dan dilakukan,” tegas Fadly.
Ia menyampaikan bahwa peran KSB sangat krusial sebagai garda terdepan masyarakat. Bagi Pemko Padang, peningkatan kapasitas KSB tidak sebatas teori teknis di atas kertas, tetapi soal kepekaan dan kecermatan dalam merespons situasi darurat demi menyelamatkan jiwa. Langkah ini sejalan dengan komitmen program unggulan kota, Padang Sigap.

Terlaksananya pelatihan ini tak lepas dari kolaborasi lintas lembaga. Wali Kota Fadly Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, yang mengarahkan dukungan anggaran melalui Dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) untuk penguatan kapasitas warga.
Bagi Helmi Moesim, keterlibatan warga secara langsung melalui KSB adalah wujud nyata ketahanan masyarakat berbasis komunitas.
“Pemerintah kota memandang KSB sebagai mitra pemerintah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Karena itu, kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas, membangun koordinasi, serta memperkuat peran KSB di tengah masyarakat,” tutur Helmi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa 60 peserta yang dipilih kali ini disiapkan untuk memikul peran lebih besar. Mereka tidak hanya dilatih untuk menjadi responsif saat bencana, tetapi juga diproyeksikan menjadi pengajar atau trainer di wilayahnya masing-masing.
“Sasaran pelatihan ini adalah membentuk KSB yang tangguh, responsif, dan terorganisir di tingkat kelurahan. Para peserta dipersiapkan memiliki potensi menjadi pengajar dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana,” ungkap Hendri.
Turut hadir memberikan dukungan dalam pembukaan pelatihan tersebut Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat Medi Iswandi serta Camat Padang Selatan Aidil Zulhani.
Melalui pembekalan intensif di Bukit Lampu ini, langkah Pemko Padang bersama para relawan lokal kian mantap. Ketika alam menguji, mereka tidak hanya hadir dengan niat baik, tetapi juga dengan kesiapan, pengetahuan, dan keterampilan yang teruji.(**)



Tinggalkan Balasan