- Proyek revitalisasi MAN 4 Pasaman Barat menuai sorotan setelah fisik bangunan, seperti plafon, ditemukan rusak dan pekerjaan pondasi terbengkalai meski baru selesai diserahterimakan.
- Pekerjaan fisik tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah di bawah Inpres Nomor 7 Tahun 2025 yang dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
- Kepala Kemenag Pasaman Barat berjanji segera meninjau lokasi dan menegaskan bahwa pelaksanaan proyek sepenuhnya merupakan wewenang Kementerian PU, sementara pihak sekolah hanya sebagai penerima manfaat.
PASAMAN BARAT, NUSATIME.ID — Proyek revitalisasi gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pasaman Barat di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menuai sorotan.
Meski baru diserahterimakan melalui program Kementerian Pekerjaan Umum (PU), fisik bangunan sudah mengalami kerusakan dan terdapat pekerjaan pondasi yang terbengkalai.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Selasa (22/9/2026), sejumlah fasilitas yang tergolong baru diperbaiki, seperti plafon bangunan kelas, sudah tampak rusak.
Tak hanya itu, di area lingkungan sekolah juga ditemukan struktur pondasi bangunan yang terhenti di tengah jalan.
Pasangan batu pondasi terlihat belum selesai dikerjakan dengan kolom besi tertanam seadanya.

Di titik lain, terdapat tiang struktur pondasi setinggi 50 sentimeter yang dibiarkan mangkrak, sementara tumpukan rangka besi dibiarkan berserakan di sekitar lokasi.
Padahal, proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah di bawah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.
Proyek yang dikerjakan oleh Kementerian PU tersebut sejatinya bertujuan menyediakan sarana pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.
Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resminya sempat menegaskan pentingnya fasilitas pendidikan yang berkualitas.
“Lingkungan belajar yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap konsentrasi serta semangat belajar siswa. Melalui revitalisasi madrasah ini, Kementerian PU ingin memastikan anak-anak Indonesia belajar di ruang yang layak,” ujarnya.
Secara teknis, revitalisasi di MAN 4 Pasaman Barat mencakup perbaikan atap, dinding, lantai, plafon, kusen pintu dan jendela, instalasi listrik, toilet baru, hingga pengadaan mebel sekolah.
Namun, realisasi di lapangan justru menunjukkan indikasi pengerjaan yang kurang optimal.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Pasaman Barat, Dr. H. Thomas Febria, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasinya atas laporan masyarakat dan media
Pihaknya berjanji akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
“Terima kasih atas informasi yang diberikan. Kita akan lihat dan cek kondisi pastinya di lapangan,” kata Thomas saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan fisik tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian PU pusat, sementara pihak Kemenag daerah dan sekolah hanya bertindak sebagai penerima manfaat (beneficiary).
Hingga berita ini diturunkan, Kepala MAN 4 Pasaman Barat belum dapat ditemui untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi bangunan di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. (Buyung)



Tinggalkan Balasan