Rangkuman Utama
  • Banjir bandang (galodo) menerjang kawasan Komplek Kantor Bupati Solok dan sekitarnya pada Senin malam (21/9/2026) akibat luapan sungai yang dipicu hujan berintensitas tinggi.
  • Tim SAR Gabungan menemukan salah satu korban hanyut bernama Dafi (20) dalam kondisi meninggal dunia sejauh 4,5 kilometer dari lokasi kejadian pada Selasa siang (22/9/2026).
  • Operasi pencarian masih terus dilakukan secara intensif di sepanjang aliran air untuk menemukan satu korban hilang lainnya atas nama Algusral (59).
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

SOLOK, NUSATIME.ID — Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Solok setelah banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Komplek Kantor Bupati Solok pada Senin malam (21/9/2026). Peristiwa mencekam tersebut dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solok dan sekitarnya sejak sore hari. Hujan lebat tanpa henti menyebabkan debit air sungai meluap drastis hingga melimpah keluar jalur dan menerjang area perkantoran serta permukiman warga.

Di tengah kegelapan malam dan jarak pandang yang terbatas akibat derasnya curah hujan, gemuruh air bah datang mendadak membawa material lumpur, bebatuan, dan batangan pohon besar. Luapan air yang datang secara tiba-tiba tersebut meluluhlantakkan area sekitar dan menyeret warga yang berada di lokasi kejadian.

Setelah memacu waktu di tengah medan yang licin dan tertutup material banjir, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan salah satu korban hanyut pada Selasa sore (22/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Korban diidentifikasi bernama Dafi (20), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad Dafi terdampar sejauh ± 4,5 kilometer dari lokasi awal tempat ia tersapu luapan galodo. Tak lama setelah berhasil dievakuasi dari himpitan endapan banjir, petugas langsung membawa jenazah korban ke RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kendati satu korban telah ditemukan, pergerakan Tim SAR Gabungan belum kendor. Penyisiran aliran sungai dan hamparan lumpur pekat masih terus dilakukan secara intensif untuk mencari satu korban lagi yang dilaporkan hilang, yakni Algusral (59).

Penyisiran kini disebar ke beberapa titik rawan di sepanjang aliran air. Petugas harus mengantisipasi kondisi cuaca yang masih berawan tebal serta sisa arus deras dan tebalnya material galodo yang menyulitkan pergerakan di lapangan.

Masyarakat dipanjatkan doa bersama agar almarhum Dafi mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Di saat yang sama, dukungan penuh tertuju kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan yang terus berjuang di lapangan demi menyisir sisa aliran banjir dan menemukan Algusral.(**)