PADANG, NUSATIME.ID — SMP Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi pusat rujukan penerapan kelas digital serta model pembelajaran Literasi dan Numerasi (Litnum). Hal ini ditandai dengan kunjungan studi tiru dari 11 sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja terbaik se-Kota Payakumbuh, Kamis (24/9/2026).
Rombongan tersebut terdiri dari sembilan Sekolah Dasar (SD 41, SD 03, SD 62, SD 63, SD 05, SD 30, SD 59, SDS ITIPHI, dan SD Muchtar Islamic School) serta dua Sekolah Menengah Pertama (SMP Muhammadiyah dan SMP ICBS). Kunjungan dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bersama Koordinator Pengawas (Korwas) SD dan SMP Kota Payakumbuh.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Syafni Hasni, S.Pd., menyampaikan bahwa kedatangan rombongan bertujuan untuk mengamati dan mempelajari secara langsung implementasi kelas berbasis digital dan program Litnum di sekolah tersebut.
“Ada praktik baik di SMP Pembangunan Laboratorium UNP yang patut dijadikan tolok ukur. Ini menjadi acuan bagi sekolah-sekolah di Payakumbuh dalam melangkah menuju transformasi digital dan optimalisasi literasi numerasi,” ujar Syafni di sela-sela kegiatan.
Apresiasi senada disampaikan perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatra Barat, Delvianti, M.Pd. Ia menilai tata kelola dan inovasi pembelajaran di SMP Pembangunan Lab UNP relevan untuk direplikasi oleh satuan pendidikan lain.

Kepala SMP Pembangunan Laboratorium UNP, Marlini T., menjelaskan bahwa pengembangan Litnum di sekolahnya menerapkan metode kolaboratif lintas disiplin ilmu guna mendukung pembelajaran bermakna (deep learning). Metode tersebut diwujudkan melalui pendekatan A-STEAM (Al-Qur’an, Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).

Marlini menegaskan, pencantuman nilai Al-Qur’an di barisan depan bertujuan memplot pembentukan karakter sebagai prioritas utama siswa.
“Karakter yang kokoh akan menuntun pada motivasi dan semangat belajar yang baik, yang pada akhirnya meningkatkan daya nalar kritis peserta didik. Penguasaan sains dan teknologi harus berjalan seiring dengan akhlak,” kata Marlini.
Guna memperkuat budaya membaca dan menalar, sekolah ini menggelar program tahunan bertajuk “One Day, One Thousand Books”. Program ini diawali dengan pemetaan bakat dan minat baca seluruh siswa.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, para siswa diarahkan mengunjungi berbagai perpustakaan fakultas di lingkungan kampus UNP sesuai dengan preferensi bacaan mereka. Kegiatan ini melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
Di bidang digitalisasi pembelajaran, SMP Pembangunan Lab UNP menjalin kemitraan resmi dengan Google for Education. Marlini menjelaskan, fokus utama kerja sama ini bukan sekadar menyediakan sarana gawai di kelas, melainkan memastikan keamanan ruang digital bagi anak.
Sistem keamanan dikelola langsung oleh tim admin sekolah melalui akun fundamental. Sistem ini memungkinkan pembatasan dan pemblokiran akses terhadap situs-situs yang tidak layak bagi usia sekolah.
“Admin sekolah bersiaga memantau lalu lintas digital siswa. Teknologi kita posisikan sebagai alat belajar yang produktif tanpa mengabaikan aspek perlindungan anak,” jelasnya.
Kemajuan tata kelola pembelajaran di sekolah ini juga mendapat dorongan penuh dari Rektor UNP. Melalui skema pengabdian kepada masyarakat, para dosen UNP diterjunkan langsung untuk memberikan pendampingan akademik serta peningkatan kompetensi bagi guru dan siswa di lingkungan sekolah laboratorium.
Sinergi ini memberikan nilai tambah berupa pembaruan metode pengajaran bagi para pendidik, sekaligus mendekatkan para siswa dengan atmosfer akademik perguruan tinggi sejak dini.
Kunjungan yang berlangsung interaktif tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan pemaparan teknis. Pihak Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh berharap hasil pengamatan dari studi tiru ini dapat segera diadaptasi oleh 11 sekolah peserta demi mengakselerasi pemerataan kualitas pendidikan di Sumatra Barat. (**)



Tinggalkan Balasan