PADANG, NUSATIME.ID — Ada yang berbeda dari gestur Semen Padang FC jelang melakoni laga ketiga Pegadaian Championship melawan PSGC Ciamis di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (26/9/2026). Jika biasanya narasi optimistis dan patokan target tinggi rutin digembor-gemborkan, kali ini tim berjuluk Kabau Sirah tersebut memilih bersikap tak biasa: senyap dan irit bicara.

Pantauan di akun Instagram resmi klub (@semenpadangfc.id), tidak ada unggahan sesumbar soal target poin penuh seperti laga-laga sebelumnya. Manajemen media sosial klub hanya membagikan cuplikan foto latihan serta sesi jumpa pers dengan kapsion yang terkesan santai, “berbagi keceriaan di Tasikmalaya”.

Sikap pasif akun resmi klub ini mendulang tanda tanya sekaligus kritik halus dari publik pendukungnya. Justru para pendukung di kolom komentar yang mengambil alih narasi optimisme tersebut. “Liga 1 sama dengan 3 poin,” tulis akun @kaba.kabausirah, disusul doa dari @kpsfai, “3 poin, amin.”

Fenomena “hening” ini memunculkan spekulasi, apakah Semen Padang FC sedang berstrategi menurunkan beban mental pemain, atau justru dibayangi krisis percaya diri usai hasil kurang memuaskan pada laga sebelumnya?

Menjawab keraguan publik, Pelatih Kepala Semen Padang FC, Nil Maizar, menegaskan bahwa timnya memilih fokus pada pembenahan internal ketimbang mengobral janji. Evaluasi mendalam telah dilakukan pasca-hasil imbang pada pertandingan lalu, di mana konsentrasi pemain rapuh di menit-menit akhir.

“Saat kita ditahan imbang kemarin, kita kehilangan fokus dalam penjagaan. Hal itu sudah kita evaluasi dalam latihan dan diskusi bersama pemain. Jangan sampai kita kehilangan konsentrasi, terutama di menit-menit akhir pertandingan,” ujar Nil Maizar dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan (pre-match press conference) yang digelar secara daring, Jumat (25/9/2026).

Nil menjelaskan, jeda waktu dua hari dimaksimalkan untuk merapatkan jarak antar-lini. Langkah ini krusial mengingat lini serang PSGC Ciamis dikenal memiliki keunggulan fisik dan kemampuan duel udara (heading) yang membahayakan pertahanan lawan.

Tak hanya lini belakang, efektivitas lini depan juga menjadi sorotan. Nil meminta para penyerangnya tampil lebih dingin di depan gawang.

“Siapa pun pemain yang berada di posisi aman di dalam kotak penalti besok, harus bisa memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk mencetak gol,” tegas pelatih asal Sumatera Barat tersebut.

Sikap hati-hati jajaran pelatih tampaknya tak lepas dari kondisi kedalaman skuad yang pincang. Sejumlah pilar penting dipastikan absen akibat cedera, seperti Nofri Setiawan, Esteban Vizcarra, Muhammad Iqbal, hingga M. Rifai.

“Nofri secara medis sudah mulai membaik, namun kondisi fisiknya belum 100 persen. Kami berharap dia sudah bisa tampil pada pertandingan berikutnya,” terang Nil.

Terkait proses pendaftaran pemain anyar dan kuota pemain asing, Nil memastikan seluruh administrasi telah berjalan sesuai prosedur liga dan keputusan teknis akan didiskusikan bersama manajemen. (**)