- Sejumlah kendaraan di Padang dan Bukittinggi dilaporkan mengalami mogok massal yang diduga akibat tangki BBM Pertalite terkontaminasi material padat menyerupai semen.
- Anggota Komisi VI DPR RI mendesak Pertamina melakukan investigasi transparan dengan ancaman pemanggilan direksi, sementara Pertamina Patra Niaga Sumbar kini tengah memverifikasi sampel BBM di lapangan.
- Konsumen yang terdampak diimbau untuk mengumpulkan bukti transaksi dan dokumentasi kerusakan kendaraan guna mempermudah proses pelaporan serta tindak lanjut klaim ganti rugi.
PADANG, NUSATIME. ID-Unggahan mengenai sejumlah kendaraan yang mengalami mogok massal usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Padang dan Bukittinggi mendadak viral di media sosial. Berdasarkan narasi yang beredar, tangki kendaraan para konsumen diduga tercampur oleh material mengeras menyerupai semen.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, meminta pihak PT Pertamina (Persero) untuk segera turun tangan dan melakukan investigasi mendalam secara transparan.
Rahmat menegaskan bahwa aspek pengawasan dan kualitas bahan bakar harus menjadi prioritas utama demi menjamin keamanan masyarakat konsumen. Ia menyatakan siap memanggil jajaran direksi Pertamina ke Senayan apabila dalam proses pemeriksaan terbukti terdapat unsur kelalaian pengawasan atau distribusi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina Patra Niaga wilayah Sumatera Barat tengah melakukan penelusuran di lapangan guna memverifikasi kebenaran informasi tersebut dan memastikan kualitas sampel BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terkait.
Bagi masyarakat di wilayah Padang, Bukittinggi, maupun sekitarnya yang merasa menjadi korban dan mengalami kerusakan mesin akibat kejadian serupa, diimbau untuk segera mengumpulkan bukti transaksi serta dokumentasi kondisi kendaraan.

Pendataan resmi dan laporan yang valid diperlukan guna mempermudah proses penanganan serta tindak lanjut klaim ganti rugi jika indikasi pencemaran BBM tersebut terbukti.(**)



Tinggalkan Balasan