Rangkuman Utama
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengoptimalkan program unggulan Nagari Creative Hub di Nagari Koto Tangah, Kabupaten Agam, guna memperkuat pelestarian seni budaya sekaligus mendorong ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
  • Pemerintah Kabupaten Agam mendukung implementasi program tersebut dengan mengintegrasikan 32 masjid sebagai pusat kegiatan anak nagari yang didukung alokasi dana APBD sebesar Rp15 juta per masjid.
  • Rangkaian kegiatan edukasi budaya berlangsung selama dua hari melalui pameran warisan budaya, lokakarya, serta pelatihan tradisi pasambahan kato dan makan bajamba untuk generasi muda.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

AGAM, NUSATIME.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengoptimalkan program Nagari Creative Hub (NCH) sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Langkah ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Pelestarian Seni Budaya di Medan Nan Bapaneh, Kantor Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026).

Mewakili Gubernur Sumbar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, menegaskan bahwa kekayaan lokal di setiap nagari tidak sebatas seni tradisi, tetapi juga mencakup kuliner, kerajinan, hingga pengetahuan tradisional yang bernilai ekonomi.

“Setiap nagari memiliki potensi kearifan lokal yang mesti dilestarikan dan dikenalkan secara lebih luas. Kita berharap potensi tersebut menjadi karakter sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif,” ujar Ahmad Zakri saat membuka acara.

Ia menambahkan, keberadaan NCH dirancang agar pengembangan potensi lokal bergerak sejajar antara perlindungan warisan budaya dan produktivitas ekonomi generasi muda.

Keberhasilan program ini, lanjut Zakri, bergantung pada sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat dan pelaku kreatif lokal.

Sinergi Pemprov dan Pemkab Agam

NCH merupakan salah satu program unggulan Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Sejak 2025 hingga 2026, Pemprov telah menetapkan 13 lokasi fokus (lokus) pelaksanaan NCH, termasuk Nagari Koto Tangah.

Dukungan serupa mengalir dari Pemerintah Kabupaten Agam. Asisten Pemerintahan Setdakab Agam, Yunelson—mewakili Bupati Agam—menyampaikan bahwa Pemkab telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa pengintegrasian fungsi masjid.

“Pemkab Agam menetapkan 32 masjid sebagai pusat kegiatan anak nagari untuk mendukung NCH. Setiap masjid dialokasikan dana pembinaan sebesar Rp15 juta dari APBD Kabupaten Agam yang telah berjalan sejak 2025,” kata Yunelson.

Rangkaian Edukasi Budaya

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumbar, Fadli Junaidi, menjelaskan kegiatan pelestarian seni budaya ini berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026.

Agenda hari pertama diisi dengan pameran koleksi Museum Adityawarman, workshopwarisan budaya, pameran kuliner tradisional, dan pertunjukan seni tradisi. Sementara pada hari kedua, agenda berfokus pada pelatihan pasambahan kato dan tradisi makan bajamba.

“Melalui keterlibatan generasi muda dan para tokoh masyarakat, kami berharap transfer pengetahuan dan nilai tradisi Minangkabau dapat terus berlanjut secara berkelanjutan,” tutur Fadli. (**)