SOLOK SELATAN, NUSATIME.ID — Peristiwa berdarah mengegerkan warga Jorong Sungai Ipuah, Nagari Pasir Talang Utama, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan. Seorang lansia berusia sekitar 60 tahun ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya pada Minggu (27/9/2026) dini hari, diduga kuat menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Korban yang sehari-hari tinggal sebatang kara tersebut ditemukan tidak bernyawa dengan luka parah akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala.

Terungkapnya peristiwa tragis ini bermula dari kewaspadaan anak korban yang tengah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Merasa curiga karena sang ibu sulit dihubungi, ia memeriksa rekaman Kamera Pengawas (CCTV) rumah yang terhubung ke ponsel pintar miliknya secara jarak jauh (online).

Melihat pergerakan dan situasi mencurigakan di area rumah sang ibu melalui layar ponsel, anak korban segera menghubungi kerabat serta warga setempat untuk mengecek kondisi rumah secara langsung.

Warga yang mendatangi lokasi mendapati pintu rumah dalam keadaan mencurigakan. Saat memeriksa bagian dalam, warga menemukan korban sudah terkapar tidak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah. Warga kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan bersama Polsek Sungai Pagu yang menerima laporan segera menerjunkan Tim Tim Opsnal dan Unit Identifikasi/Inafis ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP awal, mengamankan barang bukti, serta memasang garis polisi.

“Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan mendalam. Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti awal serta meminta keterangan dari sejumah saksi,” ujar pihak kepolisian saat dikonfirmasi.

Petugas masih menginventarisasi barang-barang milik korban untuk memastikan motif perampokan dan mendata barang berharga yang diduga digondol pelaku. Rekaman CCTV yang diakses oleh anak korban kini menjadi salah satu petunjuk kunci bagi kepolisian untuk mengidentifikasi terduga pelaku.

Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani proses visum et repertum guna kepentingan otopsi dan penyidikan medis. Anak korban dilaporkan sedang dalam perjalanan pulang dari Malaysia menuju Solok Selatan untuk mendampingi proses pemakaman sekaligus memberikan keterangan resmi kepada penyidik.(**)