PADANG, NUSATIME.ID — Dinamika persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat kembali menjadi sorotan publik. Setelah sempat diwarnai ketidakpastian jadwal pelaksanaan, gejolak baru kini muncul dari ranah teknis, khususnya terkait penunjukan perangkat pertandingan untuk cabang olahraga (cabor) sepak bola.

Persiapan perhelatan multievent terbesar di Ranah Minang ini mendadak hangat setelah akun Instagram @wasit_sumbar.official mengunggah pernyataan yang memicu perdebatan di ruang publik. Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti penunjukan Technical Delegate(TD) serta komposisi wasit yang bakal bertugas.

Akun tersebut menyuarakan kekecewaan atas penunjukan mantan anggota komite wasit yang diklaim sudah tidak aktif di kepengurusan PSSI Sumbar sebagai delegasi teknis. Selain itu, kriteria penugasan korps baju hitam juga dinilai janggal.

“Dengan banyak kontroversial dan kejanggalan. Wasit lolos tidak diikutsertakan, wasit tidak lolos diikutsertakan, wasit vakum lama diikutsertakan, wasit potensial nasional banyak tidak diikutsertakan. Mari kita kawal bersama demi kelancaran dan kesuksesan Porprov sepak bola Sumbar,” tulis akun @wasit_sumbar.official.

Unggahan tersebut merembet menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat dan insan sepak bola daerah. Berbagai tanggapan memenuhi kolom komentar, salah satunya dari akun @bennyvanpersie yang menyoroti pentingnya penyesuaian terhadap regulasi permainan modern.

“Sepak bola sudah jauh berkembang dan Laws of the Game juga banyak yang diubah serta dikembangkan. Semoga teman-teman wasit yang bertugas bisa memimpin pertandingan dengan baik sampai selesai gelaran Porprov,” tulisnya.

Menanggapi sorotan di media sosial tersebut, Plt Ketua PSSI Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo, mengimbau seluruh elemen sepak bola di Sumatera Barat agar tetap tenang dan bijak menyikapi informasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penunjukan perangkat pertandingan telah melalui tahapan yang terukur dan sesuai prosedur.

Indra menjelaskan bahwa figur-figur yang ditugaskan dalam Porprov kali ini tidak ditunjuk secara sembarangan, melainkan telah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat sesuai standar federasi.

“Kami meminta insan sepak bola Sumbar untuk tidak mudah terpengaruh isu yang berkembang di media sosial. Semua figur yang ditugaskan untuk Porprov ini telah menjalankan beberapa tahap seleksi,” tegas Indra saat dikonfirmasi.

Guna menjamin mutu kepemimpinan di lapangan hijau, PSSI Sumbar juga menyertakan sejumlah wasit berpengalaman yang biasa memimpin laga kompetisi kasta teratas nasional (Liga 1), di antaranya Candra, Eko Saputra, Dika Rahmat, dan Aprisman Aranda.

Indra menambahkan, PSSI Sumbar berkomitmen penuh menjaga integritas kompetisi dengan berpegang teguh pada aturan yang berlaku.

“PSSI Sumbar selalu menjalankan aturan. Jadi, jika memang ditemukan ada pelanggaran atau masalah di lapangan, tentu akan ditindak tegas sesuai mekanisme yang ada,” pungkasnya.

Penyelenggaraan Porprov Sumbar sejatinya menjadi panggung pembuktian bagi para atlet dan perangkat pertandingan daerah. Transparansi serta integritas para pengambil kebijakan kini menjadi taruhan utama demi melahirkan kompetisi yang bersih, jujur, dan bermartabat. (**)