- Atlet Muaythai kontingen Kota Padang sekaligus konten kreator, Gilang Dwi Fajri, sukses meraih kemenangan Technical Knockout (TKO) atas wakil Kota Bukittinggi pada laga perdana kelas 48 kg putra di Gedung Serba Guna KONI Sumatera Barat.
- Keunggulan mutlak Gilang didorong oleh penguasaan teknik "The Art of Eight Limbs" yang presisi dan agresif sejak ronde pertama, hingga wasit terpaksa menghentikan laga demi keselamatan lawan.
- Ketua Pengcab Muaythai Kota Padang, Nisfan Jumadil, mengapresiasi kedisiplinan dan persiapan matang Gilang serta menaruh harapan agar tren positif ini berlanjut hingga babak final demi merebut medali emas.
PADANG, NUSATIME.ID — Pemandangan menarik mewarnai gelaran cabang olahraga Muaythai kontingen Kota Padang. Konten kreator ternama, Gilang Dwi Fajri, membuktikan kapasitasnya sebagai petarung tangguh saat membela Kota Padang pada laga perdana yang berlangsung di Gedung Serba Guna KONI Sumatera Barat, Sabtu (3/10/2026).
Turun di kelas 48 kg putra, Gilang tampil mendominasi sejak awal saat berhadapan dengan petarung asal Kota Bukittinggi. Begitu bel ronde pertama berbunyi, Gilang langsung mengambil inisiatif serangan. Ia memadukan agresivitas tinggi dengan efisiensi teknik pertarungan, baik dalam jarak jauh maupun duel jarak dekat. Kemenangan mutlak pun diraih Gilang secara Technical Knockout (TKO) setelah wasit menghentikan pertarungan akibat gelombang serangan yang tak lagi mampu ditahan oleh lawan.
Kemenangan impresif ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Muaythai Kota Padang, Nisfan Jumadil. Ia memuji daya juang serta kedisiplinan Gilang yang sukses membagi fokus antara kesibukannya sebagai konten kreator dan komitmennya sebagai atlet profesional.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan kerja keras Gilang di atas ring. Kemenangan TKO di laga perdana ini menjadi bukti nyata bahwa persiapan serta latihannya selama ini sangat matang,” ujar Nisfan Jumadil usai pertandingan.
Nisfan pun berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan demi merebut medali emas bagi Kota Padang. “Mudah-mudahan hasil positif ini berlanjut secara konsisten hingga partai final nanti,” tambahnya.

Kemenangan TKO Gilang tak lepas dari kemampuannya mengaplikasikan filosofi “The Art of Eight Limbs” (Seni Delapan Tungkai)—yakni pemanfaatan kombinasi pukulan, tendangan, sikutan, dan lutut secara terukur. Gilang membuka pertarungan lewat kombinasi Jab-Crossuntuk mengukur jarak aman, diselingi tendangan dorong (Teep) ke arah torso lawan guna merusak ritme serangan balik.
Memanfaatkan kelenturan serta penempatan bobot tubuh yang presisi, Gilang terus melancarkan tendangan melingkar (roundhouse kick) yang mengincar tulang rusuk dan paha luar (low kick) untuk mengikis mobilitas lawan. Tekanan fisik yang konsisten serta eksekusi clinch yang efektif akhirnya memaksa wasit menghentikan duel demi keselamatan atlet Bukittinggi, sekaligus mengamankan langkah Gilang Dwi Fajri ke babak selanjutnya. (**)



Tinggalkan Balasan