- Semen Padang FC menelan kekalahan 0-1 saat menjamu PSPS Pekanbaru pada laga pekan keempat Championship di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
- Gol tunggal kemenangan Asykar Theking dicetak oleh Dimas Wicaksono pada menit ke-72 melalui skema serangan balik kilat.
- Hasil minor ini menegaskan lemahnya efektivitas taktik dan belum padunya koordinasi antarlini Semen Padang FC kendati diperkuat skuat bertabur bintang.
BEKASI, NUSATIME.ID — Ekspektasi tinggi yang membumbung di pundak Semen Padang FC kembali membentur tembok tebal. Kendati diperkuat materi pemain bertabur bintang, klub berjuluk Kabau Sirah tersebut harus menelan pil pahit usai dipaksa menyerah 0-1 dari PSPS Pekanbaru pada laga pekan keempat Championship di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/10/2026).
Kekalahan ini kian mempertegas belum ampuhnya taktik maupun kualitas individu dari skuat mahal Semen Padang di awal musim.
Sejak peluit awal dibunyikan, PSPS Pekanbaru yang berstatus sebagai tim tamu justru berani mengambil inisiatif serangan. Lini tengah Asykar Theking tampil dominan melalui kombinasi operan pendek yang rapi, sekaligus mengunci alur distribusi bola Semen Padang hingga memaksa tuan rumah bertahan di area sendiri.
Semen Padang terlihat frustrasi keluar dari tekanan. Tanpa skema permainan yang cair, lini serang Kabau Sirah terisolasi dan kerap bergantung pada umpan lambung spekulatif dari barisan pertahanan—opsi monoton yang dengan mudah dipatahkan lini belakang PSPS yang tampil solid dan disiplin.
Memasuki babak kedua, koordinasi antarlini Semen Padang tak kunjung membaik. Permainan anak-anak Padang makin kehilangan arah, diperparah oleh rentetan kesalahan mendasar dalam mengoper bola yang memberi ruang bagi PSPS untuk terus melancarkan gelombang tekanan.

Petaka bagi Semen Padang akhirnya pecah pada menit ke-72. Berawal dari skema serangan kilat yang memanfaatkan kelengahan barisan belakang tuan rumah, Dimas Wicaksono berhasil melepaskan tembakan terukur yang menggetarkan jala gawang Semen Padang. Papan skor berubah 0-1 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru.
Tersengat oleh gol tersebut, Semen Padang mencoba bangkit dan menaikkan tempo permainan. Tekanan intensif serta gaya bermain yang lebih agresif dilancarkan pada sepuluh menit terakhir laga. Namun, rapatnya benteng pertahanan PSPS serta penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat seluruh peluang yang didapat Semen Padang menguap tanpa hasil.
Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan 1-0 untuk PSPS Pekanbaru tetap tak tergoyahkan.
Hasil ini menjadi tamparan keras bagi manajemen dan tim pelatih Semen Padang. Merek “pemain bintang” yang diagung-agungkan di awal musim sejauh ini belum terbukti di atas lapangan, meninggalkan PR besar terkait efektivitas taktik dan chemistry tim untuk menghadapi laga-laga berikutnya. (**)



Tinggalkan Balasan