MENTAWAI, NUSATIME.ID — Dinamika tak biasa mewarnai jalannya pertandingan cabang olahraga (cabor) selancar ombak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang berlangsung di Kepulauan Mentawai. Demi memenuhi kuorum keterwakilan daerah agar nomor pertandingan tidak dibatalkan, para atlet terpaksa diturunkan pada lebih dari satu nomor. Ini sebuah praktik yang belum pernah terjadi dalam sejarah kejuaraan selancar ombak.

Kondisi tersebut merupakan imbas dari terbatasnya pengiriman kontingen oleh daerah peserta. Dari total kabupaten dan kota di Sumatera Barat, hanya enam daerah yang ambil bagian pada cabor ini. Sayangnya, keterbatasan anggaran membuat mayoritas kontingen tidak mampu mengirimkan atlet yang cukup untuk mengisi seluruh nomor yang dilombakan.

Dalam regulasi standar selancar ombak, seorang peselancar umumnya hanya fokus bertanding pada satu nomor spesialisasi. Namun, pada perhelatan Porprov kali ini, dari lima nomor yang dipertandingkan, para atlet harus melakoni beberapa nomor sekaligus agar seluruh kategori pemenang tetap dapat digelar sesuai aturan kompetisi.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Selancar Ombak Indonesia (Pengprov PSOI) Sumatera Barat, Harry Algamar, mengonfirmasi situasi serba sulit yang dialami pihak penyelenggara maupun para atlet.

“Ya, mau bagaimana lagi. Kami sangat memahami kondisi keuangan daerah yang terbatas saat ini. Semua pihak serba terpaksa. Demi memastikan seluruh nomor tetap bisa terlaksana dan ajang ini berjalan, Pengprov berusaha menggelar pertandingan sebaik mungkin dengan penyesuaian yang ada,” ujar Harry yang dihubungi via ponselnya, Rabu (7/10/26)

Keputusan kompromistis ini memicu kekhawatiran terkait efektivitas pembinaan atlet. Format kompetisi yang memaksa atlet tampil beruntun dinilai merusak esensi pencarian bakat utama. Konsentrasi peselancar yang seharusnya terfokus pada nomor spesialisasinya menjadi terpecah.

Selain itu, faktor keselamatan dan fisik atlet menjadi sorotan utama. Olahraga selancar ombak menuntut stamina tinggi serta kewaspadaan fisik yang ekstra di tengah gulungan ombak samudra. Bertanding pada beberapa nomor dalam jangka waktu berdekatan memperbesar risiko kelelahan ekstrem hingga cedera serius bagi para peselancar. (**)