- Gelaran Liga TopSkor (LTS) Zona Sumatera Barat musim 2026/2027 siap bergulir pada November mendatang sebagai wadah kompetisi sekaligus pembinaan talenta sepak bola muda Ranah Minang.
- Sejumlah SSB ternama seperti Tirta SS, Taruna Luki, dan Muspan memprioritaskan pembentukan karakter serta pematangan teknik pemain di atas sekadar perburuan gelar juara.
- Klub-klub peserta, termasuk SSB Imam Bonjol dan Tirta SS, mengusung motivasi tinggi untuk tampil optimal demi merebut tiket menuju putaran nasional mewakili Sumatera Barat.
PADANG, NUSATIME.ID— Gelaran Liga TopSkor (LTS) Zona Sumatera Barat musim 2026/2027 yang bakal ditabuh pada November mendatang dipastikan kembali menjadi panggung adu taktik dan mental bagi talenta-talenta muda Ranah Minang. Kendati orientasi utama kompetisi usia dini terletak pada proses pembinaan, klub-klub langganan LTS dipastikan tidak akan setengah-setengah dalam mengejar prestasi terbaik.
Sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) ternama seperti Tirta SS, PSTS, Taruna Luki, Muspan, hingga Imam Bonjol kini terus mematangkan persiapan demi menyajikan performa optimal di setiap pertandingan. Bagi mereka, gelar juara memang bukan target mati, melainkan pemantik motivasi agar para pemain mampu mengeluarkan seluruh potensi terbaiknya selama latihan hingga menit-menit krusial di lapangan.
Owner Tirta SS Padang, Afrianto, menegaskan bahwa filosofi pembinaan tetap menjadi pijakan utama timnya dalam mengarungi ajang tahunan ini. Menurutnya, kompetisi adalah wahana terbaik untuk membentuk karakter, mengasah teknik, dan memperkuat daya juang pemain muda.
“Tujuan utama kami ikut Liga TopSkor adalah memberikan ruang berkompetisi yang sehat dan konsisten bagi anak-anak. Namun, itu bukan alasan untuk tampil seadanya. Jika seluruh pemain mampu menerapkan hasil latihan dengan baik dan tampil maksimal, bonusnya tentu kemenangan. Target kami bisa menjadi wakil Sumbar ke tingkat nasional,” ujar Afrianto saat ditemui di Padang, Minggu (11/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, pengurus SSB Taruna Luki, Andrian Nova, menekankan pentingnya mentalitas bertanding. Ia menilai bahwa atmosfer persaingan yang kompetitif di LTS menjadi tolok ukur efektivitas program latihan yang telah dijalankan.

“Bagi kami, juara adalah bonus dari sebuah proses yang benar. Di edisi kali ini, kami fokus mendorong para pemain untuk berani mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka di setiap laga,” tutur Andrian.
Dari sudut pandang pembinaan jangka panjang, Owner SSB Muspan, drg. Irsyadi Jamanar, memandang Liga TopSkor sebagai kawah candradimuka yang sangat vital dalam melahirkan pesepak bola berbakat masa depan. Kendati mengedepankan edukasi dan pengalaman bertanding, SSB Muspan tetap memancarkan optimisme tinggi untuk bersaing di barisan terdepan.
Sementara itu, optimisme serupa diusung oleh SSB Imam Bonjol. Berbekal rekam jejak manis sebagai mantan wakil Sumatera Barat di putaran nasional pada edisi sebelumnya, pengurus SSB Imam Bonjol, Jhon, menegaskan tekad timnya untuk mengulang pencapaian bergengsi tersebut.
“Kami ingin mengulang prestasi menjadi wakil Sumbar ke level nasional. Menjadi juara memang bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembinaan, tetapi kami akan berjuang habis-habisan untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” tegas Jhon.
Persaingan LTS Sumbar 2026/2027 diprediksi bakal berlangsung ketat dan sarat gengsi. Pertemuan tim-tim tradisional ini tidak hanya menjanjikan tontonan menarik, tetapi juga menjadi bukti nyata keberlanjutan pembinaan sepak bola usia dini di Sumatera Barat. (**)



Tinggalkan Balasan