PADANG, NUSATIME.ID — Laga final cabang olahraga futsal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang mempertemukan tim Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota di Lapangan Futsal Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (12/10/2026), sempat diwarnai ketegangan diakhir pertandingan. Meski situasi sempat memanas, kedua pihak sepakat menyelesaikannya secara damai dan kekeluargaan.
Sekretaris Panitia Pertandingan, Adril Mahaputra, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh aksi pemain tim Limapuluh Kota yang melakukan selebrasi kemenangan ke arah bench(bangku cadangan) pemain Kota Payakumbuh. Aksi tersebut memantik emosi kubu Payakumbuh yang menganggap selebrasi itu sebagai bentuk provokasi dan penghinaan atas kekalahan mereka.
Meski demikian, Adril menegaskan bahwa ketegangan tersebut tidak meluas karena dapat dengan cepat dilerai oleh pengurus dan official dari kedua kubu.
“Pertandingan secara keseluruhan sebenarnya berjalan sangat lancar dan sportif. Hanya saja di penghujung laga terjadi sedikit ketegangan. Insiden dipicu oleh aksi pemain Limapuluh Kota yang melakukan selebrasi ke bench pemain Kota Payakumbuh, sehingga memantik emosi karena dirasakan sebagai bentuk penghinaan. Namun, insiden ini dapat cepat dilerai oleh kedua kubu dan situasi kembali terkendali,” terang Adril saat memberikan keterangannya, Senin (12/10/2026).
Sebelumnya, gesekan fisik yang sempat terjadi di lapangan mengakibatkan salah satu pemain mengalami luka di bagian bibir dan langsung mendapatkan perawatan medis dari tim kesehatan di Puskesmas terdekat.

Senada dengan penjelasan panitia, Ketua KONI Kota Payakumbuh, Chairul Mufti, menyampaikan bahwa peristiwa yang berlangsung singkat tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah yang hadir di lokasi, di antaranya Bupati Limapuluh Kota Safni, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, Wakil Wali Kota Payakumbuh, serta Ketua DPRD Payakumbuh.
“Kejadiannya berlangsung di hadapan para kepala daerah. Beruntung, perselisihan dapat dilerai hanya dalam hitungan menit berkat respons cepat semua pihak,” kata Chairul.
Para kepala daerah beserta jajaran pejabat yang hadir pun turut turun tangan meredakan emosi kedua tim di lapangan. Chairul memastikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai sebelum seluruh kontingen meninggalkan area pertandingan.
“Masalah ini sudah selesai sepenuhnya secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan berpelukan,” pungkasnya.
Dalam laga puncak yang berlangsung sengit tersebut, tim futsal Kabupaten Limapuluh Kota akhirnya sukses menyabet medali emas setelah mengandaskan perlawanan ketat Kota Payakumbuh dengan skor tipis 4-3. (**)



Tinggalkan Balasan