Rangkuman Utama
  • Pertandingan babak final sepak bola antara Kota Sawahlunto dan Kota Payakumbuh di Stadion Utama Sumatera Barat diwarnai kericuhan serta aksi saling pukul antarpemain pada masa perpanjangan waktu.
  • Insiden dipicu oleh pelanggaran keras pada menit ke-21 babak tambahan waktu yang memancing emosi pemain hingga ofisial cadangan kedua tim masuk ke lapangan, menyebabkan laga terhenti sekitar 10 menit.
  • Pertandingan akhirnya dilanjutkan hingga tuntas setelah situasi kondusif, sementara panitia pelaksana dan Asprov PSSI setempat tengah mengevaluasi insiden terkait potensi sanksi disiplin.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID — Pertandingan babak final cabang olahraga sepak bola yang mempertemukan kesebelasan Kota Sawahlunto melawan Kota Payakumbuh di Stadion Utama Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026), sempat diwarnai kericuhan. Laga bertensi tinggi tersebut sempat terhenti akibat aksi saling pukul antarpemain di masa perpanjangan waktu (extra time).

Berdasarkan pemantauan di lapangan, dinamika pertandingan mulai memanas saat memasuki menit ke-21 masa perpanjangan waktu. Kericuhan dipicu oleh sebuah pelanggaran keras yang dilakukan oleh salah satu pemain Kota Sawahlunto terhadap pemain Kota Payakumbuh.

Respon emosional tak terhindarkan usai insiden pelanggaran tersebut. Pemain dari Kota Payakumbuh yang tidak terima lantas melakukan tindakan pemukulan, yang kemudian menyulut emosi para pemain lain di lapangan. Situasi kian memanas setelah sejumlah pemain dari kedua belah pihak beserta jajaran official dari bangku cadangan (bench) ikut masuk ke area lapangan hingga terjadi aksi saling serang.

Guna meredakan ketegangan, wasit yang memimpin pertandingan memutuskan untuk menghentikan laga sementara selama kurang lebih 10 menit. Wasit kemudian memanggil manajer dari kedua tim untuk mengondisikan para pemain agar dapat menahan emosi dan kembali menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Namun, situasi sempat kembali tegang saat wasit berencana mengeluarkan kartu sebagai bentuk ketegasan atas pelanggaran yang terjadi. Perselisihan dan aksi saling pukul antarpemain sempat terulang singkat sebelum akhirnya dapat ditenangkan kembali oleh jajaran panitia penyelenggara dan pihak keamanan.

Setelah situasi kondusif dan kedua belah pihak menyepakati perdamaian di lapangan, wasit akhirnya melanjutkan sisa pertandingan babak perpanjangan waktu tersebut hingga tuntas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara pertandingan maupun Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI setempat masih dihimpun keterangannya terkait evaluasi pertandingan serta potensi sanksi disiplin atas insiden kericuhan tersebut.

Laga final sendiri dimenangkan Kota Payakumbuh 2-1 dan berhak meraih medali emas. (**)