Rangkuman Utama
  • Semen Padang FC harus puas berbagi poin usai bermain imbang 1-1 melawan PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
  • Laga berlangsung dramatis pada masa injury time melalui gol pemecah kebuntuan dari penyerang PSMS Javier Siverio (90+3') yang langsung dibalas oleh gol penyelamat Ari Maring (90+5').
  • Kegagalan mengamankan poin penuh di kandang ini membuat posisi Semen Padang FC tertahan dalam persaingan klasemen sementara Grup Barat.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

BEKASI, NUSATIME.ID — Semen Padang FC kembali gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship. Bertanding di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Sabtu (17/10/2026) sore, skuad berjuluk Kabau Sirah harus puas berbagi angka 1-1 usai melewati babak kedua yang penuh ketegangan.

Pertandingan berjalan intens dan keras sejak peluit kick-off ditiupkan. Kedua tim tampil terbuka dan saling jual-beli serangan. Kendati berstatus sebagai tim tamu, PSMS Medan tampil percaya diri dengan garis pertahanan tinggi dan skema menyerang yang eksplosif. Skuad Ayam Kinantan berulang kali membombardir area pertahanan lawan dan menciptakan deretan peluang emas sepanjang 45 menit babak pertama.

Di sisi lain, Semen Padang FC yang tampil di bawah sorakan dan gemuruh dukungan suporter setianya justru terlihat kerepotan mengembangkan alur permainan. Tekanan bergelombang yang digalang lini tengah PSMS kerap memutus arus distribusi bola Kabau Sirah sebelum memasuki area sepertiga akhir pertahanan lawan.

Meski berada dalam himpitan tekanan, Semen Padang FC sempat menyengat pada pertengahan babak pertama. Pada menit ke-21, riuh publik tuan rumah mendadak pecah saat bola berhasil menggetarkan jala gawang Ayam Kinantan. Namun, euforia tersebut mendadak siren. Wasit utama Thoriq Alkatiri menganulir gol tersebut setelah hakim garis mengangkat bendera, menilai bek Semen Padang, Syafrudin Tahar, telah berdiri dalam posisi offsidesebelum proses gol terjadi. Hingga turun minum, skor kaca mata 0-0 tak berubah.

Memasuki babak kedua, juru taktik Semen Padang FC mencoba mengubah kedalaman tim dengan melakukan penyegaran tempo. Dua pemain naturalisasi, Spasojević dan Lilipaly, ditarik keluar untuk memberi ruang bagi tenaga baru. Kendati demikian, alur serangan Kabau Sirah tetap membentur tembok kokoh kedisiplinan barisan gelandang PSMS.

PSMS Medan justru tampil kian berbahaya lewat skema counter-attack cepat, memanfaatkan celah dan kesalahan koordinasi antar-pemain Semen Padang. Beruntung bagi Kabau Sirah, ketangguhan penjaga gawang Ikram Algiffari di bawah mistar mampu menggagalkan sejumlah peluang emas lawan lewat penyelamatan-penyelamatan krusial.

Petaka yang ditakutkan publik Padang akhirnya pecah di masa injury time. Pada menit ke-90+3, lewat skema serangan balik kilat yang membelah pertahanan, penyerang PSMS Javier Siverio berhasil menyambar bola muntah rebound yang sempat membentur mistar gawang. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan PSMS Medan.

Saat laga tampaknya bakal berakhir tragis bagi Kabau Sirah, keajaiban dan drama puncak terjadi di detik-detik akhir. Tepat pada menit ke-90+5, memanfaatkan kepanikan di dalam kotak penalti PSMS, Ari Maring tampil sebagai penyelamat lewat sudulan terukurnya yang meledakkan sorak gembira pendukung Kabau Sirah.

Gol balasan dramatis tersebut sekaligus menyegel skor akhir 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil imbang ini membuat posisi Semen Padang FC  tertahan dan terancam dalam persaingan ketat klasemen sementara Grup Barat. (**)