- Semen Padang ditahan imbang 1-1 oleh PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championships di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, yang memperpanjang tren kurang memuaskan di laga kandang.
- Pelatih Semen Padang, Teco, melayangkan kritik keras terhadap kinerja wasit dan efektivitas VAR yang dinilai merugikan timnya terkait penganuliran gol serta pengesahan gol lawan yang dianggap berada dalam posisi offside.
- Kekecewaan serupa diutarakan pemain Semen Padang karena gagal meraih poin penuh, sementara manajemen dan tim pelatih bertekad segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk menatap laga selanjutnya.
BEKASI, NUSATIME.ID — Semen Padang harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 menghadapi PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championships di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/26). Hasil ini memperpanjang catatan kurang memuaskan bagi skuad berjuluk Kabau Sirah di laga kandang.
Pelatih Kepala Semen Padang, Teco, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan. Dalam sesi konferensi pers, ia secara terbuka menyoroti jalannya pertandingan, khususnya terkait keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan timnya.
“Di babak pertama kami bermain kurang bagus, dan lawan bermain lebih bagus dari kita. Kami sempat mencetak gol, tetapi dianulir oleh VAR,” ujar Teco di hadapan awak media.
Kekesalan Teco memuncak pada babak kedua ketika insiden serupa terulang. Menurut penilaian analisis staf kepelatihan dan rekaman video yang telah ditinjau, gol yang dicetak oleh timnya berada dalam posisi clear offside bagi pemain lawan, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
“Di babak kedua kami bermain lebih bagus, tetapi mereka yang cetak gol dan VAR tidak melakukan pengecekan dengan benar. Pemain lawan sudah jelas berdiri 5 meter di depan sebelum melakukan tendangan, dan itu clear offside. Seharusnya gol dari mereka dianulir,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.

Sebagai insan profesional, Teco menekankan pentingnya kerja keras di lapangan, yang menurutnya juga harus diimbangi dengan ketegasan serta keakuratan kinerja perangkat pertandingan. Ia berharap teknologi VAR dapat berfungsi secara maksimal untuk membantu tugas wasit agar tidak ada keputusan yang merugikan salah satu pihak.
Senada dengan sang pelatih, penggawa Semen Padang, Mirza, turut mengungkapkan kekecewaannya atas hasil akhir di kandang sendiri. Meskipun target awal tim adalah mengamankan tiga poin penuh, ia menilai keputusan-keputusan kontroversial di atas lapangan turut mempengaruhi mental serta fokus para pemain.
“Jujur kami kecewa dengan hasil akhir ini karena target awal kita adalah mendapatkan tiga poin. Namun, dengan keputusan-keputusan yang terjadi di lapangan, kami harus terima dan fokus menghadapi laga selanjutnya,” ungkap Mirza.
Meski hasil ini belum sesuai harapan, manajemen dan jajaran pelatih Semen Padang bertekad untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki performa tim pada pertandingan-pertandingan berikutnya di kompetisi Pegadaian Championships. (**)



Tinggalkan Balasan