Rangkuman Utama
  • Pengaspalan Jalan Fisika I dan II sepanjang lebih dari 200 meter di Kompleks Unand, Limau Manis Selatan, akhirnya terealisasi melalui dana Pokir Ketua DPRD Sumbar Muhidi bersama anggota DPRD Kota Padang Rafdi.
  • Warga mengapresiasi realisasi perbaikan jalan tersebut, namun meminta kelanjutan proyek infrastruktur untuk penyambungan akses jalan di sekitar MDA ke jalan utama serta realisasi gedung serbaguna.
  • Pihak legislatif menegaskan pengerjaan ini merupakan tahap awal yang akan ditindaklanjuti pada penganggaran berikutnya, sembari menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan kapasitas SDM masyarakat.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID — Usulan perbaikan infrastruktur jalan yang diajukan warga Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang sejak tahun 2024 akhirnya terealisasi. Ruas Jalan Fisika I dan Fisika II di Kompleks Unand kini telah selesai diaspal sepanjang lebih dari 200 meter.

Realisasi pengaspalan akses pemukiman tersebut dibiayai melalui alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, bekerja sama dengan anggota DPRD Kota Padang, Rafdi.

Ketua RT 03 Limau Manis Selatan, Bahrizal Basir, membenarkan bahwa akses jalan yang memadai sudah menjadi kebutuhan mendesak warga setempat selama berdefinisi tahun. Kendati menyambut baik selesainya pengaspalan di Blok B tersebut, ia menggarisbawahi masih ada pekerjaan rumah infrastruktur yang mendesak untuk dilanjutkan.

“Aspirasi ini sudah kami kawal sejak 2024. Kami mengapresiasi pengerjaan peningkatan jalan ini. Namun, masih ada ruas jalan di sekitar Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang belum tersambung utuh ke jalan utama dan butuh penanganan segera,” ujar Bahrizal saat ditemui di sela kegiatan silaturahmi warga, Minggu (18/10/2026).

Pentingnya keberlanjutan pembangunan infrastruktur lingkungan juga disuarakan oleh perwakilan tokoh RW 1, Azwar. Ia menekankan bahwa efektivitas alokasi dana Pokir legislatif sangat bergantung pada kepekaan menyerap kebutuhan riil masyarakat di tingkat tapak.

Selain masalah fisik jalan, warga juga mendorong tindak lanjut terhadap rencana pembangunan fasilitas umum lainnya, seperti gedung serbaguna lingkungan serta kesiapan tempat ibadah jelang agenda daerah.

Di sisi lain, mantan Rektor Unand sekaligus tokoh masyarakat setempat, Prof. Musliar Kasim, mengingatkan bahwa pembenahan fisik jalan harus diimbangi dengan penguatan kapasitas sosial dan keagamaan masyarakat.

“Akses jalan yang baik adalah sarana penunjang. Namun pembangunan kawasan ini harus sejalan dengan pembinaan generasi muda, peningkatan sarana pendidikan agama seperti MDTA, serta optimalisasi program Smart Surau,” tutur Musliar.

Menanggapi tuntutan warga, Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, menjelaskan bahwa pengerjaan pengaspalan sepanjang lebih dari 200 meter di Blok B tersebut merupakan tahap awal dari perencanaan kawasan. Ia mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga kualitas jalan yang telah dibangun.

“Terkait usulan lanjutan, baik untuk penyambungan ruas jalan MDA maupun rencana gedung serbaguna, tentu akan kita petakan kembali dalam penganggaran berikutnya sesuai prioritas dan kemampuan daerah,” kata Rafdi.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menyatakan bahwa pengawasan dan evaluasi terhadap kebutuhan konstituen tidak boleh berhenti pada proyek fisik semata. Ia menyebut skema Pokir mendatang juga perlu menyasar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Infrastruktur jalan adalah fondasi kelancaran aktivitas warga. Namun ke depan, program pemberdayaan—seperti pelatihan literasi digital pelajar dan bimbingan teknis bagi pelaku UMKM—harus berjalan paralel agar dampak ekonomi warga terpelihara secara berkelanjutan,” pungkas Muhidi.(**)