PADANG, NUSATIME.ID — Antusiasme sekolah sepak bola (SSB) dan akademi muda di Sumatera Barat untuk memperebutkan tiket ke putaran nasional Liga TopSkor (LTS) 2026/2027 melampaui ekspektasi. Membludaknya jumlah pendaftar di Zona Padang memaksa panitia penyelenggara mengambil langkah strategis dengan memecah area kompetisi dan menghadirkan Sub-Zona Pariaman.
Langkah penyesuaian ini dilakukan demi menjaga kelancaran penjadwalan dan efisiensi kompetisi, sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat tuntas tepat waktu sesuai tenggat menuju putaran nasional.
Ketua Panitia LTS Sumbar, Renol “Palek” Fadli, mengungkapkan bahwa kuota pendaftaran yang ditutup pada 20 Oktober lalu mencatatkan angka fantastis. Jumlah peserta yang mendaftar di Zona Padang menembus hampir 150 tim dari berbagai wilayah.
“Hingga pendaftaran resmi ditutup pada 20 Oktober, jumlah peserta di Zona Padang sangat luar biasa, mencapai hampir 150 tim. Agar jadwal pertandingan bisa selesai tepat waktu dan sesuai target menuju putaran nasional, kami memutuskan untuk membuat sub-zona baru yang dinamakan Zona Pariaman,” tegas Renol.
Sub-Zona Pariaman ini dispesifikasikan untuk mengarungi persaingan di dua kelompok umur, yakni Usia 14 Tahun (U-14) dan Usia 16 Tahun (U-16). Pembagian kelompok ini disesuaikan berdasarkan kedekatan geografis wilayah guna memudahkan aksesibilitas dan logistik tim-tim peserta.

Untuk kategori U-14, sebanyak 11 SSB dipastikan siap bertarung. Tim-tim yang menghuni grup ini berasal dari Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, hingga Kabupaten Agam. Pesertan yang akan bersaing untuk menjadi yang terbaik, SSB Tiku Putra,Akademi Samudra Batang Anai, SSB Basoka Pariaman, SSB Sungai Abang Padang Pariaman, PSC Kota Pariaman, Kasang FC Padang Pariaman, SSB PDH Pasaman Barat, SSB Padang 7 Perintis Pasaman Barat, Subulussalam Padang Pariaman, SSB Bhayangkara Sparta Kota Pariaman, SSB Baxel Batang Anai
Sementara pada kategori U-16, persaingan diprediksi berlangsung makin sengit dengan keterlibatan 13 tim kontestan, yaitu, Seroja Agam FA, Tabuik Piaman, Fajar Terbit, Akademi Samudra Batang Anai, SSB Torpedo Pasaman Barat, SSB Sungai Limau,SSB Sungai Abang, Glory Legacy FA, Kasang FC, SSB Basoka Pariaman, Subulussalam, ABC Kampung Dalam, SSB Baxel.
Keputusan memecah zona ini juga memberikan keuntungan efisiensi jarak tempuh bagi klub-klub yang berasal dari pesisir barat Sumbar, seperti Pasaman Barat dan Agam, sehingga kualitas pemulihan (recovery) pemain muda tetap terjaga di tengah padatnya jadwal bertanding.
Terkait kesiapan sarana pertandingan, Renol menambahkan bahwa pihak panitia saat ini tengah menyeleksi venue atau lapangan yang memenuhi standar kelayakan kompetisi di area Pariaman dan sekitarnya.
“Saat ini panitia sedang melakukan survei dan inventarisasi lapangan yang standar di wilayah Pariaman dan sekitarnya. Sudah ada beberapa lokasi alternatif yang masuk dalam radar dan siap digunakan untuk menggelar laga,” tutup Renol.
Dengan bergulirnya Sub-Zona Pariaman ini, harapan besar tertuju pada lahirnya talenta-talenta muda berbakat dari Ranah Minang yang siap menghentakkan panggung sepak bola nasional. (**)



Tinggalkan Balasan