PADANG, NUSATIME.ID — Peta persaingan Liga TopSkor (LTS) Zona Sumatera Barat dipastikan bakal berjalan semakin sengit dan kompetitif di akhir tahun ini. Kehadiran Zona Pariaman sebagai salah satu episentrum baru pembinaan sepak bola usia dini membawa angin segar sekaligus ancaman nyata bagi peta kekuatan yang sudah ada.
Dari pembagian grup di Zona Pariaman, tercatat hanya tiga tim yang berstatus sebagai muka lama, yakni SSB Sungai Abang, Tiku Putra, dan SSB Tabuik Piaman. Selebihnya, kompetisi akan dipadati oleh belasan kekuatan baru yang siap menghadirkan kejutan dan mendobrak dominasi.
Koordinator LTS Sumbar, Andi Pratomo, mengonfirmasi bahwa antusiasme SSB/Akademi baru untuk ambil bagian di Zona Pariaman sangat tinggi, baik di kelompok umur U-14 maupun U-16.
“Untuk Zona Pariaman, memang hanya Sungai Abang, Tiku Putra, dan Tabuik Pariaman yang merupakan peserta lama. Sisanya didominasi oleh tim-tim baru,” ujar Andi Pratomo di Padang, Jumat (23/10/26).
Pada kategori U-14, tercatat sebanyak 11 tim akan saling sikut, di mana 9 di antaranya merupakan kontestan baru. Sementara di kategori U-16, persaingan diprediksi lebih memanas dengan hadirnya 13 kontestan, yang 11 di antaranya juga berstatus pendatang baru.

“Dengan melimpahnya wajah baru di Zona Pariaman ini, peta persaingan otomatis menjadi sulit ditebak dan jauh lebih ketat. Para peserta baru ini mengusung motivasi tinggi untuk membuktikan bahwa mereka tak sekadar melengkapi kuota, melainkan siap bersaing memperebutkan tahta terbaik,” tegas Andi.
Sejumlah tim pendatang baru dari berbagai daerah mulai dari Padang Pariaman, Pasaman Barat, hingga Agam telah menyatakan kesiapannya untuk merajut asa dan mengukir prestasi di panggung LTS Zona Pariaman. Beberapa di antaranya meliputi Akademi Samudra Batang Anai, SSB Basoka Pariaman, PSC Kota Pariaman, Kasang FC Padang Pariaman, SSB PDH Pasbar, SSB Padang 7 Perintis Pasbar, Subulussalam Padang Pariaman, SSB Bhayangkara Sparta Kota Pariaman, SSB Baxel, Seroja Agam FA, Fajar Terbit, SSB Torpedo Pasbar, SSB Sungai Limau, Glory Legacy FA, hingga ABC Kampung Dalam.
Kehadiran klub-klub ini menandai bergairahnya kembali pembinaan usia muda di kawasan pesisir barat Sumatera Barat. Sebagian besar tim dilaporkan telah menggelar persiapan khusus, mulai dari pemusatan latihan intensif hingga uji coba lokal demi mematangkan skuat menjelang kick-off.
Liga TopSkor sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kompetisi usia muda berjenjang paling konsisten dan bergengsi di Tanah Air. Menjadi panggung pembuktian bakat-bakat mentah dari daerah, LTS terbukti telah melahirkan sederet bintang nasional yang kini memperkuat Timnas Indonesia maupun klub-klub profesional Liga 1.
Di Sumatera Barat, penyelenggaraan LTS bukan sekadar ajang meraih trofi, melainkan wadah edukasi taktik, pembentukan karakter, serta pembinaan mental bertanding secara terstruktur. Pembagian zona seperti Zona Pariaman menjadi langkah strategis untuk menjaring talenta potensial hingga ke pelosok daerah agar mendapatkan menit bermain yang berkualitas dan terukur.
Dengan persiapan matang dari para pendatang baru serta pengalaman dari para veteran zona, persaingan LTS Sumbar akhir tahun ini dipastikan bakal menyajikan tontonan sepak bola muda yang sarat gengsi, ketat, dan menghibur. (**)



Tinggalkan Balasan