Rangkuman Utama
  • Disdikbud Kota Padang memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SD dan SMP serta meliburkan PAUD/TK pada 9–11 September 2026 menyusul memburuknya kualitas udara yang berisiko memicu ISPA.
  • Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama tiga hari guna menghindari makanan terbuang sia-sia akibat ketiadaan aktivitas siswa di sekolah.
  • Proses belajar mengajar dipastikan tetap berjalan secara daring, dan penyaluran MBG akan kembali beroperasi normal begitu kualitas udara membaik serta pembelajaran tatap muka dimulai kembali.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG,NUSATIME.ID— Dampak pemburukan kualitas udara akibat kabut asap di Kota Padang tidak hanya memaksa ribuan siswa belajar dari rumah, tetapi juga memicu penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SD dan SMP, serta meliburkan aktivitas PAUD/TK terhitung sejak Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026).

Seiring diterapkannya kebijakan ini, pasokan MBG ke sekolah juga dipastikan berhenti total selama tiga hari.

Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan bahwa langkah penghentian distribusi makanan dilakukan untuk meminimalisasi potensi makanan terbuang sia-sia karena tidak adanya aktivitas siswa di lingkungan sekolah.

“MBG juga berdampak. Pengawas MBG Kota Padang tadi malam telah memberi tahu pihak dapur untuk menghentikan sementara operasional selama tiga hari ke depan,” ujar Yopi saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu (9/9/2026).

Yopi menyoroti efisiensi logistik selama masa PJJ. Tanpa keberadaan siswa di kelas, distribusi MBG menjadi tidak tepat sasaran.

“Mau diantar kemana? Karena makanan yang disiapkan berpotensi terbuang dan tidak dikonsumsi. Jadi, distribusi MBG juga terhenti selama tiga hari ini,” tegasnya.

Pihak Disdikbud telah berkoordinasi dengan pengelola program MBG serta DPW Gapembi Sumbar, Agung Adhitia Lingga. Dari hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa operasional dapur penyedia MBG ditunda sampai pembelajaran tatap muka kembali dibuka secara normal.

Kebijakan PJJ ini diambil Disdikbud Padang setelah berkoordinasi ketat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Kota Padang. Data menunjukkan bahwa indeks kualitas udara di Kota Padang sempat menyentuh level sangat berbahaya, terutama pada sore hari sebelum PJJ diberlakukan.

Anak-anak, khususnya kelompok usia TK dan siswa kelas rendah SD (kelas 1–2), dinilai sangat rentan terhadap ancaman penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Anak kelas 1–2 SD masih berada pada fase bermain dan rentan terpapar. Semakin banyak mereka menghirup udara tercemar, semakin besar dampaknya terhadap risiko ISPA,” tambah Yopi.

Meski distribusi MBG dan interaksi fisik di kelas dihentikan sementara, Disdikbud memastikan proses belajar mengajar tetap berlanjut secara daring melalui penugasan rumah, grup WhatsApp, maupun platform pembelajaran virtual. Layanan MBG dipastikan bakal langsung beroperasi kembali begitu kondisi udara membaik dan siswa kembali belajar di sekolah. (**)