- Manajemen Semen Padang FC menetapkan harga tiket tribun tandang sebesar Rp250.000 untuk laga melawan PSPS Riau di Stadion Patriot Candrabhaga hingga memicu polemik di ranah publik.
- Lonjakan tarif dari rencana awal Rp150.000 tersebut menuai kritik tajam dari suporter dan warganet karena dinilai memberatkan serta berpotensi menurunkan antusiasme penonton.
- Presiden Semen Padang FC Andre Rosiade mengklarifikasi bahwa penyesuaian harga tiket dilakukan demi menjaga kedaulatan serta martabat klub, sekaligus menegakkan regulasi dan ketertiban umum.
PADANG, NUSATIME.ID — Kebijakan manajemen Semen Padang FC yang menetapkan harga tiket tribun tandang sebesar Rp250.000 memicu gelombang pro dan kontra di ranah publik. Penetapan harga tersebut diberlakukan jelang laga krusial melawan PSPS Riau di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (4/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Sesuai regulasi yang berlaku, suporter yang mengenakan atribut tim tamu diwajibkan menghuni tribun khusus tandang. Proses pendistribusian tiket tersebut disalurkan secara terkoordinasi melalui koordinator resmi suporter.
Namun, lonjakan tarif ini dinilai memberatkan oleh sejumlah pendukung dan netizen di media sosial. Kritik tajam mengalir merespons kenaikan harga yang dinilai signifikan.
Salah seorang pendukung, Bima Bomexs, menyayangkan lonjakan harga tiket yang semula berada di kisaran Rp150.000 naik menjadi Rp250.000. Menurutnya, manajemen terkesan kurang terbuka terhadap masukan dari pendukung.
Kritik senada disampaikan Muhamad Afandi Putra melalui unggahan bernada sindiran. “Tanggung Pak, genapkan Rp500 ribu,” tulisnya.

Sementara itu, pemilik akun @bygsafari menyuarakan kekhawatirannya atas dampak kebijakan tersebut terhadap antusiasme penonton. “Rp250 ribu emang babahayo(berbahaya) sih,” tulisnya.
Sorotan juga datang dari akun Medan Football yang mengingatkan hakikat sepak bola sebagai sarana merajut silaturahmi antarpendukung. Penilaian senada diutarakan Chairul Azhari yang turut memberikan evaluasi keras terhadap kebijakan manajemen.
Di tengah derasnya kritik, tanggapan berbeda disampaikan oleh pengguna akun Muhammad Syaiful Anwar. Ia menjelaskan bahwa nominal awal tiket sebenarnya direncanakan Rp150.000, namun terpaksa disesuaikan akibat dinamika dinamika yang berkembang di tingkat antarsuporter.
Menanggapi polemik yang memanas, Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa keputusan penyesuaian harga diambil demi menjaga martabat dan kedaulatan klub dari dugaan potensi tekanan pihak luar.
“Indak mungkin dibiarkan suporter klub orang lain mengatur dan menginjak-injak klub kita,” ujar Andre dalam keterangannya.
Andre juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum dan mematuhi regulasi yang ada. “Ini negara hukum, bukan negara preman,” tegasnya.
Meski diterpa perdebatan sengit di media sosial, tensi pertandingan kedua tim diperkirakan tidak surut. Laga antara Semen Padang FC dan PSPS Riau tetap dinantikan dengan antusiasme tinggi dari para pendukung kedua kesebelasan.(**)



Tinggalkan Balasan