NUSATIME.ID – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memberikan tanggapan terkait kabar meninggalnya dua warga di wilayahnya yang diduga akibat terpapar paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dua korban yang dilaporkan mengembuskan napas terakhir dengan dugaan terpapar asap karhutla tersebut yakni Fikri (51), warga Kabupaten OKI, serta Ardiansyah (41), warga Palembang. Diketahui, keduanya mempunyai riwayat penyakit asma.
Menanggapi hal itu, Herman Deru menegaskan bahwa kepastian penyebab wafatnya seseorang tidak dapat serta-merta dihubungkan dengan fenomena kabut asap tanpa melewati prosedur pemeriksaan medis.
“Kalau untuk yang meninggal saya tidak bisa membenarkan atau menolak,” kata Herman Deru, Selasa (6/10/2026).
Deru menyampaikan bahwa proses autopsi diperlukan guna memastikan penyebab pasti dari kematian korban.

“Penyebab meninggal harus hasil autopsi, tidak bisa prediksi,” ujarnya.
Berdasarkan penuturan Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto, Fikri mengembuskan napas terakhir di tempat kejadian sewaktu berusaha memadamkan kobaran api di kebun karet miliknya di Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, OKI, pada Sabtu (3/10/2026) kira-kira pukul 14.00 WIB.
“Korban meninggal dunia dalam upaya memadamkan api, diperkirakan korban meninggal dikarenakan menghirup asap tebal dan pingsan di tempat kejadian,” kata Nova dalam keterangan resmi.
Menurut pihak keluarga, Fikri tercatat memiliki rekam medis penyakit jantung dan asma.
Sehari-hari, ia berprofesi sebagai mandor alat berat di sebuah perusahaan dan tengah menjalani masa cuti guna memantau lahan perkebunannya yang dilalap si jago merah.
Adapun Ardiansyah dikabarkan tutup usia di kediamannya usai mengalami gangguan pernapasan.



Tinggalkan Balasan