PADANG, NUSATIME.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengklaim tengah memperketat pengawasan di titik-titik rawan perlintasan dan fasilitas transportasi guna memutus rantai pasokan narkotika dari luar daerah ke wilayah Sumatera Barat.

Di tengah upaya penindakan tersebut, isu kebocoran informasi operasional juga menjadi sorotan. Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menegaskan bahwa penegakan hukum di internal kepolisian akan diberlakukan secara tegas tanpa kompromi.

“Kepolisian tidak akan menoleransi adanya kebocoran informasi operasi. Oknum anggota yang terbukti terlibat atau membocorkan operasi akan ditindak tegas dengan sanksi sangat berat,” ujar Solihin saat menyampaikan arahan teknis penanganan narkotika.

Langkah penindakan yang dirancang Polda Sumbar saat ini mencakup dua pendekatan utama.Penyelidikan terus dikembangkan untuk mengidentifikasi modus operandi masuknya barang haram melalui jalur darat dan simpul transportasi utama seperti bandara.

Penindakan difokuskan pada jaringan pengedar dan bandar. Sementara untuk kategori pengguna/penyalahguna, mekanisme penanganan diarahkan melalui asesmen medis dan substantif guna menentukan hak rehabilitasi sesuai regulasi.

Keberhasilan penanganan tindak pidana narkotika di lapangan dinilai sangat bergantung pada kolaborasi informasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Polda Sumbar mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan serta memanfaatkan kanal pelaporan resmi jika menemukan pergerakan atau aktivitas mencurigakan. (**)