NUSATIME.ID – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan 37 anggota tim reaksi cepat beserta perlengkapan pendukung untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra, mengatakan kesiapan personel diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat ketika terjadi kondisi darurat.
“Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan personel dapat bergerak cepat apabila terjadi bencana yang membutuhkan penanganan segera,” kata Ferry di Pariaman, Rabu.
Menurutnya, peningkatan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayah tersebut.
Terlebih, pada tahun sebelumnya Kota Pariaman termasuk daerah di Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Sejumlah lokasi mengalami banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Ferry menjelaskan, BPBD Kota Pariaman tidak hanya menyiapkan personel, tetapi juga terus memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi apabila terjadi keadaan darurat.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengenali potensi bahaya dan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca, terutama ketika hujan lebat terjadi dan berpotensi memicu genangan, banjir, maupun kejadian lain yang dapat mengancam keselamatan.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana agar dapat ditangani sedini mungkin.
Ferry menambahkan, langkah antisipasi sejak awal diperlukan untuk menekan risiko serta meminimalkan dampak bencana terhadap keselamatan warga dan lingkungan.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau merilis prakiraan cuaca Sumatera Barat untuk periode 20 hingga 26 November, dengan potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang. Potensi hujan tersebut juga disebut masih dapat berlangsung hingga pertengahan November 2026.
Informasi prakiraan cuaca tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.



Tinggalkan Balasan