- Pertandingan cabang olahraga Dayung Porprov Sumatera Barat dihentikan sementara akibat cuaca buruk dan luapan arus deras di Banjir Kanal GOR H. Agus Salim yang dinilai membahayakan atlet.
- Satu unit perahu penyelamat (rescue boat) beserta mesinnya dilaporkan hanyut terbawa arus saat jeda istirahat, sementara seluruh atlet dipastikan selamat dan sebagian nomor lomba telah rampung digelar.
- Pihak panitia pelaksana terus memantau perkembangan cuaca dan debit air sebelum menjadwalkan ulang nomor-nomor pertandingan yang tertunda.
PADANG, NUSATIME.ID — Cuaca buruk yang melanda Kota Padang memaksa panitia menyetop sementara jalannya pertandingan cabang olahraga (cabor) Dayung dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat. Keputusan penundaan ini diambil setelah luapan air di Banjir Kanal Kompleks GOR H. Agus Salim dinilai membahayakan keselamatan para atlet.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut menyebabkan debit air di Banjir Kanal melonjak drastis. Arus yang deras serta material yang terbawa luapan air membuat lintasan dayung tidak lagi aman untuk digunakan.
Technical Delegate (TD) cabor Dayung, Eri Berlian, mengonfirmasi bahwa penundaan ini merupakan langkah darurat demi memprioritaskan keselamatan seluruh peserta.
“Kondisi Banjir Kanal GOR H. Agus Salim saat ini tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan. Debit air cukup besar dan arusnya sangat kencang. Demi keselamatan seluruh atlet, pelaksanaan beberapa nomor pertandingan resmi kami tunda hingga situasi benar-benar aman,” ujar Eri Berlian saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Sebelum keputusan penundaan diambil, seluruh rangkaian pertandingan nomor 1000 meter serta nomor individu 500 meter sebenarnya telah berhasil diselesaikan hingga siang hari.

Insiden tak terduga sempat terjadi saat jam istirahat siang bertepatan dengan berkumandangnya azan Zuhur. Beruntung, seluruh atlet telah berada di darat dan berada dalam kondisi aman. Kendati demikian, derasnya arus air sempat menyeret dan menghilangkan satu unit perahu evakuasi atau pengawas beserta mesinnya (rescue boat).
“Tadi saat sedang istirahat, semua atlet sudah berada di atas (darat). Hanya perahu rescuedan mesinnya yang hanyut dan hilang terbawa arus. Pertandingan sendiri sebelumnya sudah merampungkan seluruh nomor 1000 meter dan nomor individu 500 meter sampai siang tadi,” ujar salah seorang panitia di lokasi.
Pihak panitia teknis menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit air bersama tim terkait. Apabila cuaca membaik dan debit air kembali normal, jadwal lanjutan untuk nomor-nomor yang tertunda akan segera diumumkan kepada seluruh kontingen daerah.
Hingga berita ini diturunkan, arena pertandingan masih disiagakan. Seluruh kontingen dan atlet diimbau untuk tetap waspada serta menunggu arahan resmi dari panitia pelaksana.(**)



Tinggalkan Balasan