- Pemerintah Kabupaten Solok mematangkan kesiapan menghadapi Porprov Sumbar XVI dengan menyiapkan atlet dari 42 cabang olahraga serta memfasilitasi dua arena pertandingan selaku tuan rumah.
- Bupati Solok Jon Firman Pandu menginstruksikan jajarannya untuk menunda dan bersikap ekstra hati-hati dalam mencairkan anggaran kegiatan karena APBD masih dalam tahap evaluasi di tingkat provinsi.
- Pelaksanaan Porprov XVI bagi Kabupaten Solok ditekankan tidak hanya berfokus pada perolehan medali, melainkan juga kepatuhan hukum dan tertib administrasi demi menjamin tata kelola keuangan yang transparan serta akuntabel.
SOLOK, NUSATIME.ID — Kesiapan Kontingen Kabupaten Solok menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI terus dimatangkan. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, memastikan daerahnya siap bertarung dan berpartisipasi aktif, baik dari segi kesiapan arena hingga para atlet pilihan yang akan berjuang membawa pulang medali.
Secara teknis, Kabupaten Solok telah menyiapkan atiet pilihan yang siap tampil di berbagai cabang olahraga. Tak hanya itu, daerah berjuluk Bumi Bareh Solok ini juga siap bertindak sebagai tuan rumah untuk dua venue pertandingan yang kini terus dipersiapkan sarana dan prasarananya.
Namun, di balik optimisme tinggi di arena pertandingan, Bupati Jon Firman Pandu memberikan instruksi keras terkait penggunaan dana kegiatan. Ia mengingatkan seluruh jajaran dinas terkait, pengurus cabang olahraga, hingga panitia pelaksana untuk tidak terburu-buru dan bersikap ekstra hati-hati dalam mencairkan atau mengalokasikan anggaran.
Penyebab utamanya adalah posisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini masih berada dalam tahap evaluasi.
Mengingat proses evaluasi APBD masih berlangsung di tingkat provinsi, Bupati Jon Firman Pandu menekankan pentingnya menunggu kepastian legalitas sebelum melangkah lebih jauh. Jangan sampai antusiasme yang tinggi justru mendahului aturan administrasi yang berlaku.

“Semangat untuk sukses Porprov wajib kita dukung, tetapi tata kelola Keuangan Daerah tidak boleh melanggar aturan. Karena APBD masih dalam tahap evaluasi, semua pihak harus memegang teguh dasar hukum yang jelas. Jangan sampai niat baik menggelar acara dan membina atlet justru memicu masalah hukum bagi jajaran pemerintah di kemudian hari,” tegas Jon Firman Pandu.
Bupati menegaskan bahwa aspek legalitas dan tertib administrasi adalah benteng utama bagi para pejabat dan penyelenggara kegiatan. Setiap Rupiah yang dikeluarkan wajib dipertanggungjawabkan dengan payung hukum yang sah dan transparan.
Sebab bagi Kabupaten Solok, Porprov XVI bukan hanya sekadar panggung memburu prestasi olahraga, melainkan juga ujian kepatuhan administrasi. Prinsip utama yang diusung Jon Firman Pandu sangat tegas: “Sukses Prestasi, Sukses Juga dalam Tata Kelola Anggaran!” (**)



Tinggalkan Balasan