PADANG, NUSATIME.ID— Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Rapat Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan III Tahun 2026 di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu (9/9/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir ini bertujuan menyusun strategi percepatan guna mengejar sisa target penerimaan daerah menjelang akhir tahun anggaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, Kepala Bapenda Kota Padang Atos, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD di lingkungan Pemko Padang, serta Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Afridian Wirahadi Ahmad.
Dalam paparannya, Kepala Bapenda Kota Padang Atos mengungkapkan bahwa target PAD Kota Padang dalam APBD Perubahan Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,04 triliun.
Hingga 7 September 2026, realisasi penerimaan telah menyentuh angka Rp628,586 miliar atau 64,43 persen.

Secara akumulatif per triwulan, tren penerimaan PAD Padang sebenarnya menunjukkan hasil positif. Triwulan I, Target Rp154,905 miliar (14,94%), terealisasi Rp205,682 miliar (20,08%). Triwulan II, Target Rp446,787 miliar (43,16%), terealisasi Rp455,049 miliar (44,42%). Triwulan III,!Target dipatok Rp757,232 miliar (72,80%), realisasi berjalan Rp628,586 miliar.
“Masih tersisa Rp128,646 miliar yang harus kita kejar untuk menutupi target Triwulan III. Kami berharap dukungan penuh seluruh OPD penghasil agar realisasi PAD dapat mencapai 100 persen di akhir tahun melalui langkah-langkah strategis yang disiapkan,” ujar Atos.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengimbau seluruh jajaran pimpinan OPD untuk memperkuat sinergi. Menurutnya, pemenuhan target PAD merupakan tanggung jawab bersama yang telah disahkan dalam Perda APBD Perubahan.
“Waktu kita tersisa sekitar tiga hingga tiga setengah bulan lagi. Apa yang telah disepakati bersama tentu harus disiasati dengan membangun strategi dan inovasi agar target yang ditetapkan bisa tercapai,” tegas Maigus.
Sementara itu, Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Afridian Wirahadi Ahmad, memberikan masukan terkait pentingnya pergeseran pola pikir (mindset) instansi pemerintah dalam menggenjot pendapatan di sisa waktu anggaran.
“Jika dulu mindset kita sekadar mengejar target, sekarang dalam waktu singkat kita harus menyusun manajemen potensi. Kita petakan potensi apa yang masih bisa dikembangkan, sehingga kesepakatan target tahun 2026 ini benar-benar terealisasi,” pungkas Afridian.(**)



Tinggalkan Balasan