Rangkuman Utama
  • Debut pelatih Stefano Cugurra "Teco" bersama Semen Padang FC berujung kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor.
  • Semen Padang sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Alwi Slamat pada babak pertama sebelum Persikad membalikkan keadaan melalui dua gol di paruh kedua.
  • Penurunan ketahanan fisik dan hilangnya konsistensi permainan skuad Kabau Sirah di babak kedua menjadi catatan evaluasi utama bagi tim pelatih.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

BOGOR, NUSATIME.ID — Debut pelatih Stefano Cugurra “Teco” bersama Semen Padang FC berakhir dengan hasil mengecewakan. Tim berjuluk Kabau Sirah tersebut harus pulang tanpa poin setelah dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Persikad Depok dengan skor 1-2 dalam lanjutan laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (11/10/2026).

Semen Padang sebenarnya sempat membuka harapan usai unggul lebih dulu pada babak pertama lewat gol spekulatif Alwi Slamat pada menit ke-38. Namun, ketahanan fisik dan konsistensi permainan skuad asuhan Teco merosot drastis pada paruh kedua, hingga tuan rumah mampu membalikkan keadaan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berlangsung intens. Kedua tim tampil terbuka dan saling jual-beli serangan demi mencetak gol cepat.

Persikad Depok lebih dulu mengancam pada menit ke-25 melalui aksi individu penyerangnya, Jhon Edy. Setelah melewati dua pemain belakang Semen Padang, Jhon melepaskan tembakan terarah. Beruntung bagi tim tamu, kiper Ikram Alqiffari tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang emas tersebut.

Tersengat oleh ancaman tuan rumah, Semen Padang yang semula tampil cenderung defensif mulai berani keluar menekan dan menaikkan tempo permainan. Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-38.

Memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan, Alwi Slamat melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti. Bola tembakan Alwi sempat membentur pemain belakang Persikad sehingga berbelok arah dan mengecoh penjaga gawang sebelum bersarang di dalam jala. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, skenario permainan berubah total. Pola permainan Semen Padang yang sempat menjanjikan di 45 menit pertama mulai tidak berkembang. Masalah stamina menjadi titik lemah utama Kabau Sirah.

Kondisi fisik jajaran pemain terlihat merosot tajam di paruh kedua. Dua naturalisasi, Filipe Cadenazzi (Lililay) dan Ilija Spasojević (Spaso), tampak tidak mampu menjaga intensitas permainan selama 90 menit penuh. Kehilangan kendali di lini tengah dan depan membuat tuan rumah dengan leluasa mengambil alih dominasi laga.

Persikad Depok memanfaatkan momentum melandainya stamina lawan dengan menggempur pertahanan Semen Padang. Hasilnya, pada menit ke-63, Fikri Ardiansyah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan terukur memanfaatkan umpan silang.

Petaka bagi Semen Padang akhirnya tercipta di penghujung laga. Saat pertandingan memasuki menit ke-90, lini belakang Kabau Sirah kembali lengah. Persikad memanfaatkan celah tersebut untuk mencetak gol kemenangan, sekaligus mengunci keunggulan 2-1 hingga laga usai.

Hasil ini menjadi catatan dan evaluasi besar bagi Teco dalam menukangi Semen Padang FC, khususnya terkait pengelolaan stamina pemain dan konsistensi skema permainan sepanjang 90 menit. (**)