PADANG, NUSATIME.ID— Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) memastikan tidak ada kebocoran informasi dalam operasi gabungan pemberantasan narkotika di Kota Padang. Penegasan ini sekaligus membantah spekulasi miring yang sempat beredar di tengah masyarakat seputar efektivitas penggerebekan di sejumlah kawasan rawan.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, menyatakan pihaknya berkomitmen membersihkan peredaran gelap narkoba tanpa pandang bulu, termasuk menindak tegas personel internal yang terbukti terlibat.

“Kalau soal bocoran, tidak ada. Pasti akan kita tindak. Bapak Kapolri sudah tegas, tidak ada ampun bagi pengedar narkoba. Anggota pun kalau terlibat akan dipecat,” ujar Solihin saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Kamis (15/10/2026).

Konferensi pers tersebut digelar menyusul operasi berskala besar yang melibatkan total 223 personel gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar, BNNP Sumbar, Satuan Brimob, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.

Operasi gabungan ini menyisir sejumlah titik strategis yang dipetakan sebagai zona merah peredaran narkotika di Kota Padang, meliputi kawasan Pasar Gaung (Kecamatan Padang Selatan), serta Pasar Pagi Juanda dan kawasan Purus (Kecamatan Padang Barat).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol. Wedy Mahadi, menjelaskan bahwa dari hasil penyisiran di kawasan Pasar Pagi Juanda, petugas mendapati puluhan orang yang terindikasi kuat mengonsumsi barang haram tersebut.

“Sebanyak 21 pria kami amankan dari lokasi dan langsung menjalani tes urine. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan positif menggunakan narkoba,” ungkap Wedy.

Selain mengamankan puluhan orang berikut barang bukti berupa sabu, ganja, puluhan butir ekstasi atau inex, timbangan digital, alat isap sabu, hingga senjata tajam dan senapan angin, seluruh terduga pelaku langsung digelandang ke Mapolda Sumbar guna menjalani proses hukum mendalam.

Polda Sumbar memastikan penindakan hukum ini tidak berhenti pada penggerebekan di tingkat pengecer atau titik-titik lokasi di Kota Padang saja. Penyelidikan kini dikembangkan untuk membongkar jaringan pemasok utama, termasuk mengawasi jalur logistik transportasi udara.

“Kita akan perluas wilayahnya, termasuk jalur penerbangan lewat bandar udara yang terindikasi menjadi jalur peredaran,” tegas Wakapolda Solihin.

Langkah preventif dan penindakan berkelanjutan ini, lanjut Solihin, akan terus digalakkan lewat koordinasi erat bersama BNNP Sumbar dan instansi terkait guna mempersempit ruang gerak sindikat narkoba.

Namun, kepolisian mengakui keterbatasan personel di lapangan harus ditutupi dengan partisipasi aktif masyarakat. Polda Sumbar mengajak warga untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan.

“Sekecil apa pun informasi akan kami atensi agar tidak ada narkoba yang masuk ke wilayah kita. Mari bersama-sama kita jaga lingkungan dari ancaman narkoba demi menyelamatkan generasi muda dan menghidupkan kembali nilai-nilai kehidupan yang beragama di Sumatera Barat,” pungkasnya. (**)