PADANG, NUSATIME.ID-Kualitas korps baju hitam asal Sumatera Barat kembali mendapat pengakuan di kasta sepak bola nasional. Tidak hanya eksis di kompetisi tertinggi Liga 1, wasit-wasit berbakat dari Ranah Minang juga resmi dipercaya untuk mengawal ketatnya persaingan di kompetisi Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2026/2027.

Berdasarkan data yang diunggah akun media sosial @forumwasit.idn, PSSI resmi menugaskan 31 wasit utama untuk memimpin jalannya kompetisi kasta kedua tersebut. Dari puluhan nama yang lolos kurasi nasional, dua di antaranya merupakan pengadil lapangan asal Sumatera Barat, yakni Ilham Ahraman dan Zufriadi.

Penetapan ini menjadi puncak dari rangkaian persiapan panjang. Sebelum kick-off perdana antara PSIS Semarang melawan PSPS Pekanbaru pada 11 September 2026, PSSI terlebih dahulu menggelar Championship 2026/2027 Preparatory Course pada 24–28 Agustus 2026. Agenda ini menjadi kawah candradimuka untuk mengevaluasi kesiapan fisik, pemahaman Laws of the Game, hingga integritas para perangkat pertandingan.

Rilis daftar 31 nama tersebut rupanya memantik diskusi hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Beberapa netizen soroti keterwakilan daerah yang dinilai belum merata. Akun @papamandaaa dan @yauwcaesar23_ menyuarakan pandangan serupa di kolom komentar dengan menyebut bahwa pengadil lapangan kompetisi musim ini masih “kebanyakan dari Pulau Jawa”.

Namun, narasi miring tersebut langsung diluruskan oleh warganet lain. Akun @mr_bowo83menegaskan bahwa pemilihan wasit profesional tidak didasarkan pada kuota wilayah, melainkan murni kualifikasi dan ketahanan fisik.

“Itu sudah melewati seleksi ketat, hasil cooper test langsung keluar, terutama fisik. Kalau fisik tidak lolos ya tidak lolos, jangan selalu berpikir negatif. Coba searching di YouTube bagaimana beratnya cooper test wasit liga,” tulisnya membela transparansi proses seleksi PSSI.

Kehadiran Ilham Ahraman dan Zufriadi di Liga 2 makin mempertegas posisi Sumatera Barat sebagai salah satu “pabrik” pengadil lapangan berkualitas di Indonesia. Di level kasta teratas (Liga 1), korps wasit Ranah Minang sudah lebih dulu mengukir rekam jejak mentereng.

Nama-nama senior seperti Candra hingga Aprisman kerap dipercaya memimpin laga-laga panas bertensi tinggi di kasta tertinggi kompetisi tanah air. Konsistensi mereka dalam menjaga ketegasan, ketenangan di tengah tekanan ribuan suporter, serta pemahaman taktis yang matang menjadi tolok ukur bagi para juniornya.

Keberhasilan para senior di Liga 1 membuktikan bahwa pembinaan pengadil lapangan di Sumatera Barat berjalan berkesinambungan.

Kelulusan Ilham dan Zufriadi melewati cooper test dan kursus persiapan Liga 2 menjadi sinyal positif bahwa standar tinggi korps baju hitam Ranah Minang terus terjaga untuk melayani sepak bola Indonesia secara profesional. (sal)