PADANG, NUSATIME.ID — Perjalanan panjang yang bermula dari bangku kuliah Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) IKIP Padang angkatan 1983 kini mencatatkan puncaknya di panggung nasional. Prof. H. Ganefri, Ph.D. resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031.
Amanah baru tersebut memantik apresiasi dan rasa bangga dari rekan sejawatnya, Drs. H. Marlis, MM, C.Med. Ketua Umum DPN Gerakan Nasional Transparansi Anggaran Indonesia (GENTA Indonesia) sekaligus mantan Ketua Umum DPP ILUNI UNP itu menyebut pencapaian Ganefri memiliki makna emosional tersendiri.
Bagi Marlis, kebersamaan mereka bukan sebatas berada di almamater yang sama, melainkan tumbuh dari dinamika sebagai rekan satu angkatan di FPTK IKIP Padang (BP 1983).
Jejak pertemanan tersebut kemudian berlanjut ke ranah keorganisasian. Pada periode pertama kepengurusan DPP ILUNI FT UNP, Ganefri dipercaya mengemban posisi Sekretaris Jenderal, sementara Marlis menjabat sebagai Ketua Umum.
“Bagi saya pribadi, pencapaian ini membanggakan sekaligus emosional. Prof. Ganefri adalah sahabat dan rekan seperjuangan kami sejak BP 83. Kami juga pernah bersama-sama membidani organisasi alumni. Hari ini, saat beliau dipercaya mengemban amanah pimpinan di tingkat nasional, tentu kami merasa sangat bangga,” ujar Marlis saat ditemui di Padang.

Ia menilai, rekam jejak Ganefri menjadi cermin bagaimana pendidikan perguruan tinggi mampu membentuk kepemimpinan yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Dari FPTK IKIP Padang, perjalanan itu bergerak konsisten. Dari seorang mahasiswa, akademisi, pemimpin perguruan tinggi, hingga kini berada di jajaran pimpinan PBNU. Ini kebanggaan besar bagi keluarga besar alumni,” tuturnya.
Marlis optimistis amanah di PBNU menjadi ruang pengabdian yang semakin luas bagi Ganefri untuk berkontribusi pada kemajuan umat dan bangsa.
“Selamat dan sukses untuk Prof. Ganefri, sahabat seperjuangan BP 83. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam mengemban amanah besar ini. Semoga terus memberikan kontribusi terbaik bagi NU, umat, bangsa, dan negara,” ungkap Marlis.
Ia menambahkan, capaian ini juga membawa pesan moral bagi generasi muda bahwa jejaring dan persahabatan yang dibangun sejak masa kuliah dapat bertransformasi menjadi modal sosial untuk pengabdian jangka panjang.
Empat dekade berlalu sejak mereka menapakkan kaki di FPTK IKIP Padang BP 83. Kini, perjalanan itu telah mengantarkan salah satu putra terbaik almamater tersebut ke puncak kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia—membawa kebanggaan bagi almamater, sahabat, dan tanah kelahirannya.
“Teruslah mengabdi dan membawa manfaat, Prof. Ganefri. Kami, sahabat-sahabat BP 83 dan keluarga besar alumni, berdiri bangga atas amanah besar ini,” pungkas Marlis.(**)



2 Komentar
Jadilah media referensi kebenaran, kejujuran, loyal kepada Rakyat Indonesia dan NKRI. Semoga Nusatime menjadi pelopor ….
Indonesia butuh media kebenaran, kejujuran, loyal kepada Rakyat Indonesia dan NKRI. Semoga Nusatime menjadi pelopor ….