PADANG, NUSATIME.ID — Arena bela diri di Sumatera Barat kini makin bergemuruh. Perkembangan cabang olahraga Muaythai di Ranah Minang menunjukkan tren positif yang signifikan, ditandai dengan melonjaknya antusiasme generasi muda untuk menekuni seni bela diri asal Thailand tersebut.

Lompatan kualitas ini terlihat jelas sepanjang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ajang multi-event tingkat daerah tersebut tidak sekadar menjadi panggung adu gengsi antarwilayah, tetapi sukses menjelma menjadi kawah candradimuka yang melahirkan bakat-bakat baru dari berbagai pelosok kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Ketua Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Sumatera Barat, Arif Raman Nasir, menyampaikan apresiasi mendalam atas geliat positif yang ditunjukkan para petarung muda daerah. Menurutnya, sengitnya persaingan di Porprov menjadi bukti nyata bahwa roda organisasi dan sistem regenerasi di tingkat basis berjalan sesuai rencana.

“Kami sangat puas melihat perkembangan Muaythai di Sumbar saat ini. Makin banyak generasi muda yang tertarik dan secara serius menggeluti olahraga ini. Potensi bermunculan yang kita saksikan pada ajang Porprov kemarin adalah bukti konkret bahwa proses pembinaan di daerah mulai membuahkan hasil,” ujar Arif saat ditemui di Padang, Senin (5/10/2026).

Munculnya deretan petarung potensial dari level akar rumput ini menjadi modal berharga bagi Pengprov MI Sumbar. Tidak ingin momentum ini berlalu begitu saja, hasil evaluasi menyeluruh dari Porprov akan langsung dijadikan cetak biru (blueprint) dalam menyusun program pemusatan latihan daerah (Pelatda) serta pembinaan jangka panjang.

Menghadapi persaingan ketat di kancah nasional, MI Sumbar bergerak cepat menyusun strategi pembenahan internal. Prosedur seleksi atlet akan diperketat melalui sistem pengerucutan berbasis performa, didukung porsi latihan fisik dan teknik yang lebih intensif guna membentuk kontingen yang tangguh. Langkah taktis ini disiapkan untuk melapis kedalaman skuad menjelang kejuaraan berskala nasional, agenda kualifikasi, hingga ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Guna menjaga keberlanjutan prestasi, langkah MI Sumbar tidak berhenti pada penggemblengan atlet semata. Pengprov juga memperluas ekspansi kepengurusan ke seluruh kabupaten/kota, seraya meningkatkan lisensi serta kompetensi para pelatih dan wasit daerah agar standar pertandingan di Sumatera Barat semakin diakui secara nasional. (.**)