- Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu (26/9/2026) pukul 21.40 WIB dengan durasi getaran terekam selama 1 menit 19 detik.
- Badan Geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Marapi pada Level II (Waspada) dan melarang seluruh aktivitas masyarakat maupun wisatawan dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek.
- Masyarakat di sekitar aliran sungai berhulu puncak diimbau mewaspadai ancaman banjir lahar dingin serta diminta hanya merujuk pada informasi resmi dari Badan Geologi dan BNPB.
PADANG, NUSATIME.ID— Gunung Marapi yang membentang di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Sabtu malam (26/9/2026).
Berdasarkan laporan resmi pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi di bawah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi tercatat terjadi tepat pada pukul 21.40 WIB. Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan durasi sekitar 1 menit 19 detik.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Marapi berada pada Level II (Waspada).
Guna mengantisipasi risiko bahaya letusan, otoritas terkait telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).
Warga yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin saat hujan berintensitas tinggi terjadi di wilayah puncak.

Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu memantau pembaruan informasi resmi dari Badan Geologi maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (**)



Tinggalkan Balasan