BEKASI, NUSATIME.ID — Semen Padang FC menjadwalkan laga krusial menghadapi PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026) pukul 15.30 WIB. Laga bertajuk duel gengsi Sumatra ini menjadi ujian penting bagi efektivitas perbenahan skuad Kabau Sirah setelah serangkaian evaluasi performa.
Fokus utama tim pelatih menjelang laga tandang ini tertuju pada pembenahan skema taktis dan menjaga konsentrasi pemain. Evaluasi mendalam dilakukan, terutama menyoroti penurunan fokus pada menit-menit akhir pertandingan sebelumnya yang berulang kali merugikan tim.
“Kami lebih fokus dari sisi tactical tim. Pemain sudah punya konsentrasi di dalam latihan, kita kerja keras dalam latihan,” ungkap Pelatih Kepala Semen Padang FC Stefano Cugurra (Teco) saat sesi konferensi pers pra-pertandingan.
Meski PSMS Medan datang dengan rekam jejak posisi yang relatif stabil di papan klasemen, manajemen taktis Semen Padang FC mematok target penuh tiga poin demi memperbaiki posisi tim. Dari sisi pemain, skuad diinstruksikan tampil tanpa beban guna mengeksekusi skema permainan secara optimal.
“Kami bertekad bermain semaksimal mungkin dan berharap pertandingan besok bisa meraih kemenangan tiga poin,” ujar perwakilanj pemain, Muhammad Rezaldi Hehanussa.

Di luar persiapan teknis tim, riak ketidakpuasan serta tuntutan tinggi dari pendukung terus mengalir di media sosial. Pantauan pada akun resmi Instagram @semenpadang.id memperlihatkan netizen dan pendukung setia melontarkan kritik tajam terkait rotasi pemain hingga manajemen internal.
Sorotan utama netizen tertuju pada lini depan. Akun @drmant31 dan @agungfajarharapan menyuarakan agar jajaran pelatih berani melakukan rotasi pada posisi penyerang utama, termasuk mencadangkan pemain senior Ilija Spasojevic dan memberikan kesempatan menit bermain sejak awal kepada Batista. Beberapa komentator menilai performa lini serang kurang maksimal dalam duel fisik dan perlindungan bola. Sementara itu, akun @mahesawijanarko mendorong keberanian tim untuk menurunkan pemain muda lokal yang memiliki keunggulan kecepatan.
Tidak hanya urusan formasi pemain, aspek intervensi non-teknis juga disentil suporter. Akun @dedistevano12 secara terbuka meminta pihak manajemen atau pejabat klub untuk tidak mengintervensi area teknis pertandingan. *”Untuk apak tolong duduk manis di VIP jangan duduk di area.(**)



Tinggalkan Balasan