PADANG, NUSATIME.ID — Demi memastikan penyelenggaraan kompetisi berjalan lancar dan memenuhi standar profesionalisme, Panitia Penyelenggara Liga TopSkor (LTS) Sumatra Barat (Sumbar) bergerak cepat. Tahap krusial berupa verifikasi kelayakan lapangan di Zona Pariaman akan segera digelar dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kualitas pertandingan bagi para pesepak bola muda yang akan bertanding di kelompok umur U-14 dan U-16.

Ketua Panitia LTS Sumbar, Renol Palek Fadli, mengungkapkan bahwa saat ini sarana olahraga yang dinilai paling siap di kawasan tersebut adalah Stadion Utama Sumbar. Namun, karena stadion tersebut juga dialokasikan sebagai venue utama Zona Padang, panitia perlu menyiapkan opsi lapangan pendukung yang sepadan.

“Saat ini di Pariaman baru Stadion Utama yang dinilai layak. Stadion Utama ini juga menjadi lokasi untuk Zona Padang. Untuk itu, panitia sedang memverifikasi beberapa alternatif lapangan lain. Ada tiga lokasi yang ditawarkan, yakni satu di Kota Pariaman dan dua lagi di Kecamatan 2×11 Enam Lingkung,” ujar pria yang akrab disapa Palek tersebut saat dihubungi di Padang, Kamis (22/10/2026).

Tiga lapangan yang masuk dalam daftar pengecekan awal tersebut adalah Lapangan Persikatim (Kota Pariaman), Lapangan Sungai Asam (Sicincin), dan Lapangan Puabu(Sicincin).

“Jika hasil verifikasi menyatakan lapangan-lapangan tersebut memenuhi standar, panitia akan langsung menjalin kerja sama resmi dengan pihak pengelola,” tegas Palek.

Dalam proses verifikasi ini, panitia tidak hanya berfokus pada kualitas rumput dan kerapian permukaan lapangan. Aspek penunjang keselamatan serta kelayakan fasilitas pendukung menjadi indikator penilaian yang sangat ketat.

“Zona Pariaman ini mempertemukan kelompok usia U-14 dan U-16, sehingga standar lapangannya harus benar-benar terjaga. Salah satu poin vital yang menjadi perhatian kami adalah sistem keamanan area pertandingan serta ketersediaan ruang ganti yang layak, baik untuk perangkat pertandingan (wasit) maupun para pemain,” terang Palek.

Ia berharap ketiga lapangan yang ditinjau tersebut mampu memenuhi regulasi teknis yang ditetapkan panitia pusat Liga TopSkor.

Pembentukan Zona Pariaman sendiri merupakan langkah strategis panitia untuk mengakomodasi tingginya antusiasme pembinaan usia muda di Sumatra Barat. Membludaknya pendaftar di Zona Padang mendorong panitia melakukan pemecahan zona wilayah demi efisiensi jadwal dan kenyamanan bertanding.

Melalui skema baru ini, tim-tim yang berasal dari Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat difokuskan bertanding di Zona Pariaman khusus untuk kategori U-14 dan U-16.

Sementara itu, untuk kategori usia yang lebih muda, yakni U-10 dan U-12, seluruh tim dari empat daerah tersebut tetap berlaga di Zona Utama Padang.

Berdasarkan data resmi sekretariat panitia. Kategori U-14 (Zona Pariaman). Diikuti oleh 11 tim peserta.Kategori U-16 (Zona Pariaman).’Diikuti oleh 13 tim peserta.

Liga TopSkor dikenal sebagai salah satu kawah candradimuka sepak bola usia muda terbesar di Indonesia yang kerap melahirkan talenta-talenta untuk tim nasional. Oleh karena itu, persaingan di Zona Pariaman dipastikan bakal berlangsung sengit.

Para pemuncak klasemen atau juara di Zona Pariaman ini nantinya tidak hanya meraih gengsi daerah, tetapi juga berhak mengantongi tiket melaju ke Putaran Final Provinsi Sumatra Barat. Dari fase provinsi tersebut, tim terbaik akan diutus menjadi wakil Sumatra Barat untuk bersaing dengan akademi-akademi sepak bola terbaik dari seluruh Indonesia di tingkat nasional.

Dengan komitmen pengecekan sarana yang ketat ini, panitia berharap Liga TopSkor Sumbar tidak hanya menjadi tempat mencari pemenang, tetapi juga menjadi panggung pembinaan anak muda yang aman, sportif, dan berstandar nasional. (**)