PADANG, NUSATIME.ID— Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang mengintensifkan pengawasan keamanan bahan pangan segar guna mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diwujudkan melalui pengambilan sampel Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Dapur Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Hippocrates, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa (29/9/2026).
Pengambilan sampel tersebut difokuskan untuk menguji dan menganalisis kandungan residu pestisida pada bahan pangan segar sebelum diolah. Sampel yang telah diambil selanjutnya dibawa ke laboratorium terkreditasi guna memastikan keamanan bahan baku yang akan dikonsumsi para penerima manfaat MBG, yang mencakup ibu hamil, balita, hingga anak sekolah.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menyampaikan bahwa pemeriksaan di SPPG Hippocrates menjadi penutup dari rangkaian pengawasan ketat yang telah dilakukan secara berkala di sembilan SPPG yang tersebar di wilayah Kota Padang.
“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pemantauan dan pengawasan di SPPG Hippocrates. Untuk pangan segar, kita melakukan pengambilan sampel yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium. Dari sisi pengelolaan, kita juga melihat proses penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian berjalan dengan baik sesuai SOP,” ujar Alfiadi di lokasi kegiatan.
Alfiadi menegaskan, pengawasan ini dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalkan risiko potensi gangguan kesehatan akibat cemaran bahan kimia pada makanan.

“Kita ingin memastikan pangan yang dikonsumsi oleh penerima manfaat, baik ibu hamil, balita, maupun anak sekolah, aman dan terjaga kualitasnya. Karena itu, pengawasan dan pemeriksaan seperti ini terus kita lakukan sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat pangan serta mendukung pelaksanaan program MBG di Kota Padang,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Utami Yulaini Amir menjelaskan pentingnya tahapan uji laboratorium ini sebagai langkah preventif standardisasi mutu bahan baku.
“Pengawasan dan pengambilan sampel PSAT ini merupakan bagian penting untuk memastikan keamanan pangan yang digunakan SPPG. Sampel yang telah diambil selanjutnya akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kandungan residu pestisidanya,” kata Utami.
Di sisi lain, pengelola fasilitas menyambut positif langkah proaktif pemerintah daerah. Kepala Yayasan SPPG Hippocrates, Yelfin Luandri, menegaskan komitmennya untuk selalu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat pada seluruh rantai produksi pangan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan keamanan pangan dengan mengikuti SOP dalam setiap proses, mulai dari penerimaan dan penyimpanan bahan hingga pengolahan dan pendistribusian makanan,” tutur Yelfin.
Kegiatan inspeksi yang turut dihadiri Kepala SPPG Hippocrates Fitri Rahmah ini tidak hanya berfokus pada pengambilan sampel uji, tetapi juga mencakup pemantauan menyeluruh terhadap tata kelola sanitasi, sistem penyimpanan, hingga alur pendistribusian makanan guna memastikan program MBG di Kota Padang berjalan optimal dan higienis.(**)



Tinggalkan Balasan