- Josal FC dipastikan tersingkir dari babak delapan besar Piala Soeratin U-17 nasional usai kalah selisih gol dari Lahat FC, kendati kedua tim mengoleksi poin yang sama.
- Kemenangan telak 10-1 Lahat FC atas Putrad PB FC memicu dugaan pengondisian skor akibat sejumlah kejanggalan, termasuk pembatalan kartu merah yang kontroversial dan tiga hadiah penalti.
- Manajemen Josal FC mengecam keras rusaknya sportivitas dalam pembinaan sepak bola usia muda, sementara pihak panitia pelaksana dan komisi wasit belum memberikan klarifikasi resmi.
PALEMBANG, NUSATIME.ID— Langkah wakil Sumatera Barat, Josal FC, untuk menembus babak 8 besar Piala Soeratin U-17 tingkat nasional terhenti secara tragis. Kepastian tersingkirnya Josal FC terjadi setelah pertandingan pamungkas grup antara tuan rumah Lahat FC melawan Putrad PB FC Lampung di Stadion Bumi Sriwijaya, Rabu sore (30/9/2026), diwarnai serangkaian kejanggalan yang menguatkan dugaan bahwa kemenangan tuan rumah telah ‘dikondisikan’.
Meski Josal FC dan Lahat FC sama-sama mengoleksi 7 poin, wakil Sumbar harus tersingkir karena kalah selisih gol. Lahat FC melenggang ke perempat final usai memetik kemenangan telak 10-1 atas Putrad PB FC, sehingga mengantongi selisih gol +15 (16-1), unggul tipis atas Josal FC yang mencatatkan selisih gol +14 (14-0).
Namun, hasil fantastis yang diraih tuan rumah tersebut diwarnai berbagai kejadian tak biasa di lapangan. Laga sempat terhenti akibat skuad Putrad PB FC Lampung memilih walk out(WO) dan meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada pemain mereka.
Aksi mogok main ini sempat memicu kekhawatiran di pihak tuan rumah. Pasalnya, jika tim Lampung menolak melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah WO, Lahat FC hanya akan mendapat margin gol standar yang tidak cukup untuk menggeser posisi Josal FC di klasemen.
Guna menghindar dari skenario menang WO tersebut, upaya pembujukan dilakukan terhadap wakil Lampung agar mau melanjutkan laga. Secara mengejutkan, keputusan kartu merah yang telah dikeluarkan wasit mendadak dibatalkan tanpa kejelasan regulasi. Setelah kartu merah dicabut, Putrad PB FC pun kembali ke lapangan.

Dugaan pengondisian pertandingan kian menguat di sisa waktu laga ketika kepemimpinan wasit terus menguntungkan tuan rumah, salah satunya melalui pemberian tiga kali hadiah penalti untuk Lahat FC hingga laga berakhir dengan skor mencolok 10-1.
Direktur Teknik Josal FC, Alan Marta, yang menyaksikan langsung dinamika janggal di lapangan, tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya atas rusaknya nilai-nilai sportivitas dalam pembinaan sepak bola usia muda.
“Ini bukan lagi pertandingan sepak bola, sikap sportivitas nyaris tidak ada. Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kalau begini, bagaimana sepak bola bisa maju?” tegas Alan Marta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana (Panpel) maupun komisi wasit belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait pembatalan kartu merah serta rentetan keputusan kontroversial yang mewarnai laga tersebut. (**)



Tinggalkan Balasan