PARIAMAN, NUSATIME.ID — Wilayah Kota Pariaman, Sumatera Barat, diselimuti kabut asap tebal pada Sabtu (17/10/2026) pagi. Kualitas udara di daerah pesisir tersebut tercatat masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif akibat tingginya konsentrasi partikel polutan.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara pukul 07.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI US) di Kota Pariaman berada di angka 132. Parameter polutan utama tercatat berupa PM2,5 (particulate matter) dengan konsentrasi mencapai 48 microgram per meter kubik (\mu\text{g/m}^3).
Kondisi tersebut dipengaruhi pula oleh dinamika cuaca setempat. Pemantauan meteorologi mencatat suhu udara mencapai 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 76 persen. Adapun kecepatan angin terpantau relatif tenang, yakni 2 kilometer per jam, sehingga memperlambat proses penguraian partikel polutan di udara.
Kelompok Sensitif Imbau Kurangi Aktivitas Luar
Menanggapi kondisi kualitas udara tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan gangguan kesehatan, terutama saluran pernapasan.

Imbauan khusus ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun kardiovaskular.
Warga disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak.Menggunakan masker yang memiliki daya filtrasi partikel halus (seperti N95 atau masker medis yang sesuai) saat beraktivitas di luar rumah.
Memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala sesak napas atau iritasi tenggorokan.
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi berkala mengenai kondisi kualitas udara dan imbauan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Dinas Kesehatan setempat. (**)



Tinggalkan Balasan