- Kualitas udara di Kota Padang tercatat berada dalam kategori Tidak Sehat pada Jumat (2/10/2026) pagi dengan polutan utama partikel PM2.5.
- Indeks kualitas udara (US AQI) sempat menyentuh angka 179 pada pukul 06.00 WIB dan berangsur turun ke 161 pada pukul 09.00 WIB, namun statusnya tetap dalam kategori Tidak Sehat.
- Masyarakat diimbau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, memakai masker, dan menutup jendela guna meminimalkan dampak buruk paparan polusi udara.
PADANG, NUSATIME.ID – Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, berada dalam kategori Tidak Sehat pada Jumat (2/10/2026) pagi.
Pemantauan platform IQAir menunjukkan polutan utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah particulate matter berukuran 2,5 mikrometer atau PM2.5.
Berdasarkan data IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara atau US AQI+ di Padang mencapai angka 179. Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 95 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Memasuki pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara berada di angka 167. Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih tergolong dalam kategori Tidak Sehat.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat terhirup hingga mencapai bagian dalam sistem pernapasan. Peningkatan konsentrasi partikel ini membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi udara sebelum menjalankan aktivitas di luar ruangan.

IQAir memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi paparan polusi ketika kualitas udara berada dalam kategori Tidak Sehat. Salah satunya dengan mengurangi atau menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker. Selain itu, menutup jendela dapat membantu mengurangi masuknya udara luar ke dalam ruangan.
Penggunaan perangkat pemurni udara atau air purifier juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memilikinya untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Berdasarkan pemantauan pada Jumat pagi, indeks kualitas udara Padang kembali menunjukkan penurunan secara bertahap. Pada pukul 09.00 WIB, angka yang ditampilkan IQAir tercatat sebesar 161.
Meski indeks mengalami penurunan, masyarakat tetap perlu memantau perkembangan kualitas udara karena kondisi tersebut dapat berubah dalam hitungan jam. Pemantauan berkala diperlukan sebelum melakukan kegiatan di luar rumah, terutama ketika indeks masih berada dalam kategori Tidak Sehat.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara. Mengurangi paparan udara tercemar menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan.



Tinggalkan Balasan