PADANG, NUSATIME.ID — Peta persaingan cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat kian membara. Berada di fase krusial babak perempat final, delapan tim terbaik siap mempertaruhkan asa demi mengamankan tiket menuju babak semifinal pada laga hidup-mati yang akan digelar Kamis (8/10/2026).

Salah satu duel panas yang paling dinantikan bakal menyajikan bentrokan antara tim sepak bola Kota Padang kontra Kabupaten Pasaman di Stadion Utama Sumbar. Kabupaten Pasaman melangkah ke babak delapan besar ini melalui jalur runner-up atau peringkat tiga terbaik dari fase grup, sebuah posisi yang tak jarang menyimpan potensi kejutan besar.

Secara kalkulasi di atas kertas, skuad Kota Padang memang lebih dijagokan. Namun, status favorit tersebut tidak lantas membuat jajaran pelatih dan pemain jemawa. Pelatih Kepala Sepak Bola Kota Padang, Dodi Hirwan Leo, menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk tetap memijak bumi dan menjaga kewaspadaan tingkat tinggi. Menurutnya, rekam jejak di babak penyisihan tak lagi bisa dijadikan tolok ukur tunggal saat memasuki fase gugur.

“Di babak penyisihan kita bisa saja berhitung, tapi di fase gugur seperti ini, setiap menit sangat krusial dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Pasaman lolos ke perempat final membuktikan mereka punya daya juang serta mentalitas yang teruji. Saya minta para pemain fokus penuh, disiplin menjalankan instruksi, dan tidak sedikit pun memandang remeh lawan,” tegas Dodi usai memimpin latihan intensif di Padang, Selasa (6/10/2026).

Guna menyalakan api semangat tim, dukungan moral mengalir deras dari jajaran pimpinan PSSI Padang. Ketua PSSI Padang, Mastilizal Aye, turun langsung memberikan pencerahan dan suntikan motivasi agar para pemain tampil Spartan demi kehormatan lambang di dada.

“Ini adalah momentum emas bagi kalian untuk membuktikan buah dari keringat dan latihan keras selama ini. Bertandinglah dengan penuh rasa bangga, junjung tinggi integritas serta sportivitas, dan berikan segalanya di atas rumput hijau. Target kita tidak berubah: amankan kemenangan, melenggang ke final, dan bawa pulang medali emas untuk Kota Padang,” ujar Mastilizal Aye membakar semangat para pemain.

Di sudut lain, kubu Pasaman dipastikan tak akan tinggal diam. Tanpa beban berat di pundak, mereka terus mematangkan strategi mematikan untuk merusak skenario sang tuan rumah. Bentrokan kedua tim diprediksi bakal berjalan sengit dan berintensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan, demi satu misi mutlak: mengamankan tempat di panggung empat besar.(**)