MENTAWAI, NUSATIME.ID — Usai tuntasnya pertarungan sengit di nomor Men Shortboard, persaingan cabang olahraga selancar ombak Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 kembali berlanjut di perairan Kepulauan Mentawai, Kamis (8/10/2026). Perebutan takhta juara kini memasuki fase krusial dengan menyisakan empat nomor pertandingan akhir.
Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Sumbar, Harry Algamar, mengonfirmasi bahwa panggung ombak khas Mentawai masih akan menyajikan duel sengit memperebutkan sisa medali emas yang ada.
“Masih ada empat nomor tersisa yang dipertandingkan pada Porprov 2026 ini, yaitu Men Longboard, Men Aerial, Women Shortboard, dan Women Longboard,” kata Harry yang dihubungi via ponselnya, Kamis (8/10/26).
Secara keseluruhan, cabor selancar ombak memperebutkan total 5 medali emas, 5 perak, dan 10 perunggu. Peta kekuatan tahun ini diwarnai persaingan sengit dari enam kontingen daerah. Kota Padang hadir dengan amunisi penuh berkekuatan 10 atlet, 2 pelatih, dan 2 ofisial. Bayang-bayang rivalitas ketat datang dari Kabupaten Padang Pariaman yang menurunkan 9 atlet, 2 pelatih, dan 2 ofisial, serta tuan rumah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang mengandalkan 8 atlet, 1 pelatih, dan 2 ofisial.
Sisi lain, Kabupaten Pesisir Selatan turut memanaskan arena dengan memboyong 7 atlet, 1 pelatih, dan 2 ofisial, disusul Kota Pariaman yang mengirimkan 3 atlet, 1 pelatih, dan 1 ofisial.

Namun, potret kontras dan kritik tersirat terlihat pada kontingen Kabupaten Agam. Di saat daerah lain datang dengan dukungan penuh, tiga atlet Agam harus berjuang ekstra keras menantang ganasnya ombak Mentawai secara mandiri tanpa didampingi pelatih maupun ofisial.
Kondisi ini menjadi ujian berat sekaligus perhatian khusus bagi pembinaan olahraga daerah. Meski demikian, aksi para peselancar melibas gulungan ombak Mentawai diprediksi kian memanas demi membawa pulang gengsi daerah masing-masing. (**)



Tinggalkan Balasan