Rangkuman Utama
  • Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) menciptakan inovasi sabun cuci tangan ramah lingkungan berbahan dasar daun pandan dan jeruk nipis untuk warga Nagari Sijunjung.
  • Program pelatihan ini telah dikuasai oleh 60 persen ibu rumah tangga setempat dan terbukti mampu memangkas biaya pengeluaran produk sanitasi hingga 20 persen setiap bulannya.
  • Tim KKN UNP menyerahkan modul standar produksi dan desain kemasan kepada kader PKK setempat guna menjaga keberlanjutan produksi mandiri dan potensi pengembangan ekonomi lokal.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Sijunjung-Berkat racikan herbal mahasiswa KKN UNP, Ibu Yen, warga Jorong Kandang Harimau, Nagari Sijunjung, kini bersama keluarga  tidak lagi membutuhkan biaya besar untuk menjaga kebersihan tangan.

“Ya, lewat sosialisasi dan racikan herbal mahasiswa KKN UNP, saya  kini bisa memproduksi sendiri sabun cuci tangan premium yang higienis, murah, dan bebas limbah plastik langsung dari pekarangan rumahnya,” ujar Ibu Yen.

Masalah higienitas dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap produk pembersih kimia menjadi fokus utama yang diadopsi dari target SDGs Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Guna mengatasi hal tersebut, kelompok program mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan inovasi berupa formula sabun cuci tangan ramah lingkungan memanfaatkan ekstrak daun pandan sebagai antibakteri alami dan jeruk nipis sebagai pengangkat noda sekaligus penghasil aroma segar.

Program kerja nyata di Sijunjung ini mendapat dukungan penuh dari Ibu-Ibu Kader PKK dan perangkat pemerintahan setempat, yang memfasilitasi penyediaan bahan baku serta ruang pelatihan bagi warga.

Sebanyak 60 Persen ibu rumah tangga di Nagari Sijunjung kini telah menguasai teknik pembuatan sabun mandiri, yang terbukti mampu memangkas pengeluaran rumah tangga untuk produk sanitasi hingga 20% setiap bulannya.

“Sabun ini murah dibuat, bahannya higienis tidak terkontaminasi plastik, praktis, dan membuat kami jadi lebih peduli pada lingkungan sekitar.” kata Ibu Ningsih, Warga Jorong Berlian, Sijunjung.

Inovasi hijau ini tidak berhenti saat masa KKN berakhir. Mahasiswa UNP telah menyerahkan modul standarisasi produksi, panduan pembuatan, serta desain kemasan produk kepada masyarakat dan kader PKK Nagari Sijunjung sebagai pedoman dalam memproduksi sabun secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sehingga masyarakat mampu memproduksi sabun berbahan daun pandan dan jeruk nipis secara berkelanjutan, memenuhi kebutuhan rumah tangga, bahkan berpeluang mengembangkannya sebagai produk unggulan lokal yang bernilai ekonomi demi mewujudkan Sijunjung yang mandiri, sehat, dan “Manjadi“. (**)