Rangkuman Utama
  • Banjir bandang melanda Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, yang melumpuhkan pusat pemerintahan daerah serta merusak permukiman warga dan sedikitnya 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
  • Pemerintah Kabupaten Solok resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari ke depan dan mengalihfungsikan Rumah Dinas Wakil Bupati sebagai posko pengungsian sementara.
  • Tim SAR gabungan memfokuskan operasi pada pencarian satu korban yang masih hilang, sementara pengerukan material sungai dan validasi data kerusakan dipercepat guna mengantisipasi ancaman bencana susulan.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

SOLOK, NUSATIME.ID — Bencana banjir bandang atau galodo menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin malam (21/9). Terjangan material lumpur dan kayu dari kawasan perbukitan tidak hanya meluluhlantakkan permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan pusat pemerintahan Kabupaten Solok usai merusak berat sedikitnya 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menanggapi eskalasi dampak bencana ini, Pemerintah Kabupaten Solok resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari ke depan. Langkah krusial ini diambil usai koordinasi mendesak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan,” kata Bupati Solok, Jon Firman Pandu.

Selama masa tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok mendadak dialihfungsikan menjadi posko evakuasi sementara bagi warga penampungan yang kehilangan tempat tinggal. Dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi pun disiagakan guna memastikan pasokan pangan masyarakat terdampak tak terputus.

Di lokasi terdampak, fokus utama tim SAR gabungan tertuju pada pencarian korban jiwa. Dari dua warga yang dilaporkan hilang terseret arus, satu korban telah berhasil ditemukan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian intensif.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat turun ke lokasi penanganan bencana menginstruksikan percepatan validasi data kerusakan sebagai basis penanganan pascabencana.

“Melalui Sekretaris Daerah, validasi data harus segera dipisahkan dan dirampungkan agar proses rehabilitasi serta rekonstruksi—baik rumah warga maupun fasilitas pemerintahan—bisa langsung berjalan tanpa tertunda,” tegas Mahyeldi.

Penanganan di lapangan kini dikejar waktu mengingat ancaman bencana susulan masih membayangi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi curah hujan tinggi yang masih berpeluang mengguyur wilayah Solok dan sekitarnya.

Guna mengantisipasi sumbatan aliran air yang berpotensi memicu galodo susulan, alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas teknis dikerahkan ke titik-titik krusial untuk mengeruk endapan sedimen dan material kayu di alur sungai.

Prioritas utama saat ini tertuju pada pemenuhan logistik pengungsi, pembersihan material lumpur di area publik, serta pemulihan akses jaringan pelayanan dasar warga yang terputus.(**)