- PSSI Sumatera Barat menggelar Match Coordination Meeting (MCM) di Kantor DPRD Sumbar menjelang bergulirnya Turnamen Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17 Tahun 2026.
- Ketua PSSI Sumbar Indra Dt Rajo Lelo menegaskan pelaksanaan kompetisi tetap mengedepankan efisiensi operasional dan kualitas, didukung regulasi teknis yang tidak mengalami perubahan signifikan dari musim sebelumnya.
- Piala Soeratin 2026 difokuskan sebagai wadah pembinaan karakter serta pencarian bakat tim nasional, disertai imbauan agar peserta memanfaatkan saluran komunikasi resmi untuk menyelesaikan setiap dinamika pertandingan.
PADANG, NUSATIME — PSSI Sumatera Barat resmi menggelar Match Coordination Meeting(MCM) menjelang bergulirnya Turnamen Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17 Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Pertemuan teknis tersebut berlangsung di Kantor DPRD Sumbar, Kamis (20/8/2026), dengan mengumpulkan seluruh perwakilan tim peserta, ofisial, dan panitia pelaksana.
Ketua PSSI Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo, menegaskan bahwa pelaksanaan kompetisi musim ini tetap memprioritaskan prinsip efisiensi operasional. Meski demikian, ia menjamin efisiensi tidak akan mengorbankan kualitas penyelenggaraan maupun atmosfer pembinaan sepak bola usia muda di Ranah Minang.
Dari segi regulasi, Indra menyampaikan bahwa aturan pertandingan untuk ketiga kelompok umur tersebut tidak mengalami perubahan signifikan dibanding musim sebelumnya. Hal ini dilakukan agar seluruh tim peserta dapat beradaptasi dengan cepat dan fokus pada persiapan teknis.
“Secara regulasi tidak ada perubahan yang signifikan. Kami berharap seluruh tim dapat mematuhi aturan yang berlaku sehingga kompetisi dapat berjalan dengan baik, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Indra saat membuka MCM.
Ia mengingatkan bahwa Piala Soeratin merupakan panggung murni pembinaan karakter dan bakat, bukan sekadar ajang berburu trofi. Oleh karena itu, seluruh elemen klub diminta menjaga marwah turnamen agar mampu melahirkan talenta muda berkualitas yang siap bersaing di level nasional.

Guna mencegah dinamika luar lapangan, Indra mengimbau seluruh manajer dan pelatih untuk memanfaatkan saluran komunikasi resmi jika menemukan kendala teknis selama turnamen berjalan.
“Kalau ada persoalan, lebih baik kita komunikasikan lebih awal secara langsung daripada disampaikan melalui media sosial. Dengan komunikasi yang baik, setiap masalah bisa kita selesaikan bersama,” tegasnya.
Menutup arahannya, PSSI Sumbar mengajak seluruh peserta membawa gelora kebangkitan sepak bola Indonesia ke dalam atmosfer Piala Soeratin 2026, menjadikan kompetisi tahun ini sebagai wadah terbaik melahirkan calon bintang tim nasional masa depan. (sal)



Tinggalkan Balasan