SOLOK, NUSATIME.ID— Tim surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) mulai mengaudit standar mutu dan keselamatan pasien di RSUD Mohammad Natsir Solok, Kamis (15/10/2026).

Audit ini menentukan apakah RSUD rujukan lintas daerah tersebut mampu mempertahankan predikat “Paripurna” atau justru mengalami penurunan kualitas standar pelayanan.

Fokus penilaian meliputi enam aspek krusial: tata kelola fasilitas, keselamatan pasien, efektivitas rekam medis elektronik, pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta kepatuhan pada program kesehatan nasional.

“Kami tidak hanya menilai dokumen, tetapi memastikan kepatuhan standar mutu dan keselamatan pasien benar-benar diterapkan di lapangan,” tegas Ketua Tim Surveior LARS DHP, dr. Rini Susilowati.

Pemeriksaan dokumen telah dimulai secara daring pada Kamis (15/10), dan akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan langsung ke lokasi rumah sakit di Solok pada Minggu (18/10) oleh tim penilai yang terdiri atas dr. Rini Susilowati, dr. Hendrianto, Sp.PA, dan Ns. Yulia, S.Kep.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengingatkan agar manajemen RSUD menjadikan audit ini sebagai bahan koreksi menyeluruh, khususnya terkait keramahan dan kesiapan nakes di lapangan. Sebagai rumah sakit yang melayani masyarakat dari enam daerah termasuk jalur rawan Lintas Sumatra mutu pelayanan medis RSUD Solok dinilai sangat berdampak langsung pada keselamatan publik. (**)